Bacaan Alkitab: Ayub 1:18- 22
Pengakuan Iman Orang Yang Berduka
Sidang Penghiburan, Keluarga Yang Berduka Yang
dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Sosok
seorang Ayub bagi kita orang percaya bukan lagi sosok atau figur yang asing.
Dia adalah seorang laki-laki dari Tanah Us yang hidup saleh dan memiliki iman
yang luar biasa. Bahkan mungkin sepanjang peradaban umat manusia, laki-laki
inilah satu-satunya orang yang memiliki ketabahan yang luar biasa. Hidupnya
yang saleh ternyata tidak terpengaruh ruang dan waktu kendatipun dalam
kesusahan yang luar biasa. Ayub menjadi salah sati figur yang menjadi teladan
bagi hidup setiap orang percaya hingga masa kini. Baik dalam hal kesetiaan
kepada Tuhan, dan keteguhan kepercayaan, Ayub juga menjadi teladan tentang
bagaimana memandang peristiwa dari kaca mata iman kendatipun itu sebuah
peristiwa dukacita. Ayub juga sosok yang tetap tekun dan teguh dalam menhadapi
apa yang biasa kita sebut pencobaan hidup. Perjalanan hidupnya yang hanya dalam
sekejap berobah total ternyata tidak membuat kesalehannya pudar. Diawali dengan
hilangnya harta benda, kemudian berita dukacita datang, yakni bahwa
anak-anaknya telah mati, hal ini serta merta membuat Ayub terpukul dan dan
berduka cita. Siapapun, pastilah bersusah dan berduka ketika menghadapi
peristiwa pilu seperti yang dihadapi Ayub. Dialah sosok yang harusnya menjadi
teladan bagi setiap orang yang sedang dilanda duka cita. Karena itu, dalam
peristiwa duka cita yang dialami keluarga saat inipun, mari sejenak kita
merenungkan refleksi iman seorang Ayub yang mau menghantar kita, menghantar
keluarga untuk mampu melihat peristiwa duka ini melalui kaca iman.
Sidang Penghiburan Yang dikasihi Tuhan Yesus
Kristus,
Dalam peristiwa duka cita seperti
yang dirasakan oleh keluarga bahkan kita sekalian saat ini, tangisan dan pilu
menjadi tindakan yang dilakukan. Tangisan dan rasa pilu itu menjadi muara
emosional kita karena apakah lagi yang dapat kita perbuat? Tangisan dan rasa
pilu yang dirasakan keluarga saat ini, juga menjadi tindakan yang dilakukan
Ayub ketika mendengar berita duka tentang kematian anak-anaknya. Tidak
tanggung-tanggung saudara-saudara, semua anak-anak Ayub, laki-laki maupun
anaknya perempuannya tewas seketika. Kepedihan Ayub sungguh luar biasa, ia
mengoyakkan jubahnya dan mencukur kepalanya sebagai tanda duka citanya yang
amat dalam. Namun, kita patut heran melihat sikap Ayub yang luar biasa dalam
memandang peristiwa yang dialaminya. Ia bukannya larut dalam tangisan dan
dukacita, melainkan ia bersujud dan menyembah Tuhan Allah dan dari hatinya yang
dirundung duka itu, keluar pengakuan iman, : “Dengan telanjang aku keluar dari
kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya, Tuhan yang
memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah Tuhan”.
Sungguh luar biasa
saudara-saudara, iman Ayub amat sangat teguh, dengan jernih mata imannya tetap
tertuju kepada Tuhan kendatipun duka cita yang dialaminya amatlah berat. Dalam
peristiwa duka cita yang dialami Ayub, pujian kepada Allah tetap dinaikkan, tak
ada pemberontakan, tak ada tuduhan yang kurang patut pada Allah, Ayub tetap
bersih di hadapan Allah meskipun dukacita, pilu dan kesedihan yang luar biasa
melingkupi hidupnya.
Sidang Penghiburan, Keluarga Yang Berdukacita Yang
Dikasihi Tuhan Yesus Kristus
Ayub
adalah manusia biasa seperti kita, manusia biasa seperti keluarga, namun yang
membuat dia menjadi orang yang istimewa bagi kita adalah karena iman yang
dimilikinya. Jujur harus kita akui, tidaklah mudah bersikap seperti Ayub. Iman
seorang Ayub menjadi pondasi kokoh yang membuat dia mampu bertahan dalam
kesetiaan kepada Allah, yang membuat Dia tetap mampu melihat dengan jernih
peristiwa duka yang melanda hidupnya sebagai karya Allah. Sehingga dalam peristiwa
dukacita yang dialaminya Tuhan Allah tetap terpuji. Benar apa yang diungkapkan
Ayub, kita tak membawa apa-apa ketika lahir di dunia ini, kita juga tidak akan
membawa apa-apa ketika meninggalkan dunia ini, artinya saudara-saudara, bahwa
kita tidak mempunyai hak apa-apa dalam menentukan kehidupan ini, kita hanya dan
harus kembali kepada Sang pencipta, Tuhan Allah, Dialah yang empunya segalanya,
baik hidup dan mati kita. Jadi, bagi keluarga yang berduka saat ini, ingatlah,
peristiwa pilu yang kalian alami, peristiwa duka yang amat dalam ini bukanlah
akhir dari perjalanan hidup saudara-saudara, Tuhan masih menghendaki banyak hal
yang akan dilakukan dan dialami. Dalam semuanya itu, pujilah Tuhan karena
kemahakuasaanNya dan percayalah, bahwa Tuhan Allah tak’an menghendaki pencobaan
akan menimpa kita di luar kemampuan manusia kita sebagai orang yang percaya.
Benar..,peristiwa pilu ini pastilah membuat keluarga terpukul, membuat keluarga
sedih, akan tetapi adalah benar pula bahwa Tuhan Allah ada di sini, ada di
tengah rasa pilu yang dialami ini, menyertai keluarga agar tidak larut dalam
rasa duka yang berkepanjangan. Ucaplah dalam hati kalian wahai keluarga yang
berduka, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang
juga aku akan kembali ke dalamnya, Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil,
terpujilah Tuhan”.
A M I N.
Bacaan Alkitab: 1 Tesalonika 4:13- 18
Orang Percaya Bangkit Bersama Kristus Yang Bangkit
Sidang penghiburan, keluarga yang berduka Yang
Dikasihi Tuhan Yesus,
Kematian
bukanlah peristiwa yang baru dan asing bagi kita. Bagi banyak orang, kematian
adalah sesuatu yang menakutkan dan karena itu, segala usaha dan upaya dan
dengan segenap kekuatannya, manusia berusaha menghindari apa yang disebut
kematian. Kematian juga masih merupakan tanda tanya bagi banyak orang di dunia
ini. Para pakar ilmu pengetahuan sudah melakukan penelitian yang panjang
tentang apakah kematian itu. Mereka hanya tiba pada sebuah kesimpulan singkat
yang tidak memuaskan, mereka berkata bahwa kematian adalah sebuah peristiwa di
mana seseorang tidak lagi bernafas dan seluruh aktifitas hidup terhenti dengan
berhentinya detakan jantung yang mengakibatkan otak tidak lagi berfungsi dan
menghentikan aktifitas panca indera manusia. Malah seorang penyanyi mengatakan
bahwa kematian adalah sebuah tidur panjang, dan mungkin masih banyak lagi arti
dari kematian bagi banyak kalangan sesuai dengan sudut pandangnya sendiri.
Kematian memang adalah saat di mana seseorang tidak lagi dapat melakukan aktifitas
sebagai makhluk hidup. Akan tetapi pengertian kematian yang demikian tentulah
tidak membuat kita puas, apalagi di kala kita menyaksikan peristiwa kematian,
yang membuat kita berduka begitu dalam dan kesedihan menyelimuti kita
sebagaimana yang dialami oleh keluarga saat ini.
Persoalan mengenai kematian,
ternyata bukan lagi persoalan baru bagi orang-orang Kristen. Pada jemaat
perdana yang ada diTessalonika, persoalan kematian telah menjadi persoalan yang
hangat diperdebatkan di kalangan jemaat. Kita dapat mengerti persoalan tersebut
dari surat Rasul Paulus ini. Apa yang menjadi tanda tanya di kalangan jemaat di
Tessalonika ini, ternyata menarik perhatian Rasul Paulus, sehingga dalam
suratnya ini, Paulus menyinggung persoalan kematian dengan maksud agar jemaat
Tuhan itu tidak dibingungkan oleh berbagai ajaran tentang kematian yang mungkin
saja melenceng dari ajaran iman Kristen yang sesungguhnya. Dengan menjelaskan
konsep kematian menurut iman Kristen, Rasul Paulus bermaksud agar jemaat Tuhan
di Korintus tidak larut dalam dukacita seperti yang orang-orang lain yang tidak
berpengharapan.
Saudara-saudara, sidang penghiburan yang
dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Kalau
ilmu pengetahuan, ilmu kedokteran memberikan definisi kematian dari sudut
pandang masing-masing dan itu tidak menjawab perasaan yang kita alami, maka
Rasul Paulus bukan hanya menjawab peristiwa yang misteri ini bagi kita, tetapi
juga memberikan jawaban yang kita percaya mampu menjawab perasaan dukacita yang
kita alami. Jawaban itu dapat disimpulkan bahwa karena Yesus telah mati dan
telah bangkit, maka kita percaya bahwa mereka yang meninggal dalam Yesus akan
dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Itu berarti, kematian orang percaya
bukanlah akhir dari segalanya. Orang yang meninggal di dalam Yesus ternyata masih
dan akan menjalani sebuah proses hidup lagi, yakni hidup bersama-sama dengan
Kristus, dan kehidupan itu adalah kehidupan yang kekal. Inilah dasar atau
alasan bagi setiap orang percaya untuk tidak larut dalam dukacita tanpa
pengharapan. Dari teologi yang disampaikan Paulus ini pula, kita dapat menarik
kesimpulan bahwasannya kematian adalah sebuah proses yang akan dialami setiap
orang dalam menuju kehidupan yang kekal bersama Kristus. Kematian juga adalah
pintu masuk pada kehidupan kekal bersama Kristus.
Saudara-saudara, Sidang Penghiburan Yang Dikasihi
Oleh Tuhan Yesus Kristus,
Jikalau
saat ini, dalam peristiwa yang mendukakan ini, kita sekalian, keluarga yang
berduka, diperhadapkan pada satu peristiwa yakni, kematian, maka penting bagi
kita sekalian, bagi keluarga untuk menyimak dengan seksama, apa itu kematian
menurut iman Kristen, hingga kita mengerti dan mengetahui dengan jelas
peristiwa yang yang memilukan ini. Pengetahuan dan pengertian yang benar dan
jelas tentang kematian, maka seperti kerinduan Paulus kita sekalian tidak akan
larut dalam duka yang tak berpengharapan. Jelas bahwa duka cita orang yang tak
berpengharapan adalah dukacita yang membuat orang tidak lagi mampu memandang
hari esok dengan optimis. Dengan kata lain, dukacita orang yang tak
berpengharapan akan membuat orang kehilangan semangat hidup dan tak lagi mampu
melihat hari esoknya dengan keyakinan bahwa hari esok itu hari di mana dukacita
tergantikan oleh sukacita.
Saudara-saudara, Keluarga yang berduka Yang Dikasihi
Tuhan Yesus Kristus,
Kini, lewat surat Paulus ini,
kepada kita dan kepada keluarga telah diberitakan dan diberitahukan tentang
kematian orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Itu berarti, maka tidak
ada alasan bagi kita dan keluarga untuk larut dalam dukacita ini seperti
orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Paulus telah menghibur kita
saat ini lewat suratnya ini yang dengan jelas memberitahukan kepada kita akan
karya dan kasih Kristus kepada orang-orang kepunyaanNya. Adalah berharga di
mata Tuhan kematian orang-orang yang percaya kepada Tuhan, sehingga dikala
orang meninggal di dalam Tuhan, maka Tuhan akan mengumpulkannya bersama-sama
dengan Dia. Jika keluarga, kita sekalian merasa sangat kehilangan dengan
meninggalnya……………., keluarga harus dirundung duka yang amat dalam, maka
ingatlah saudara-saudara, bahwasannya kematian yang terjadi ini bukanlah akhir
dari segalanya. Tuhan menyediakan sukacita sorgawi bagi mereka yang meninggal
dalam namaNya. Bersama Kristus yang bangkit, orang yang meninggal di dalam
namaNyapun turut dibangkitkan. Sekali lagi, mari terima penghiburan ini sebagai
penghiburan sorgawi, sebab Tuhan senantiasa bersama-sama dengan kita,
bersama-sama dengan keluarga. Tuhan Yesus, sang penghibur yang sejati beserta
kita dan keluarga di sini.
A M I N.
Bacaan Alkitab. Kejadian 25: 7- 11
Sesudah Dukacita Allahpun Memberkati
Sidang
Penghiburan, Keluarga…….. Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus
Kematian tidaklah memandang umur dan
keadaan manusia. Kematian bisa saja datang kapan saja dan dalam situasi hidup
yang bagaimanapun. Manusia tidak dapat dengan persis mengetahui kapan kematian
terjadi atau dengan kata lain, hanya Tuhanlah yang mengetahui kapan ajal
seseorang tiba. Kematian sendiri menjadi peristiwa yang paling menakutkan bagi
setiap orang. Sehingga, manusia seringkali mengucap syukur atas kehidupan yang
masih dialaminya. Bahkan ketika manusia hendak melakukan sesuatu atau menempuh
perjalanan yang seidkit tidaknya mengandung bahaya kematian, maka hal yang
pertama dilakukannya adalah memohon penyertaan Tuhan agar diberi keselamatan
atau agar terhindar dari apa yang disebut dengan kematian. Untuk umur yang
panjang yang Tuhan beri, manusia juga bersyukur kepada Tuhan. akan tetapi,
setua apapun seseorang, apabila ia meninggal, maka keluarga yang ditinggalkan
pastilah berduka. Walaupun seseorang sudah sangat tua, ketika kematian
menjemputnya, di sana pasti ada ratap tangis dan rasa sedih karena merasa telah
ditinggalkan untuk selamanya.
Sidang Penghiburan, Keluarga Yang dikasihi Tuhan
Yesus Kristus,
Abraham,
yang dikenal sebagai bapak orang percaya, bahkan disebut dengan bapak segala
orang beriman dalam bacaan Alkitab saat ini diberitakan meninggal. Ia meninggal
ketika rambutnya telah memutih dan suntuk umurnya. Kendatipun peristiwa
kematian ini terjadi dan dialami oleh Abraham dalam usia yang sangat ujur,
namun peristiwa ini pastilah membuat anak-anaknya dan sanak saudaranya,
sahabat-sahabatnya merasa kehilangan. Orang tua, saudara, dan sahabat mereka
akan pergi untuk selamanya meninggalkan mereka. Di sinilah terletak hal yang
mendukakan manusia ketika diperhadapkan dengan peristiwa kematian. Menyaksikan
peristiwa kematian, jelas akan mengundang memori kita untuk mengingat,
mengenang perbuatan-perbuatan yang
dialami orang yang meninggal semasa hidupnya. Pada saat seperti itulah orang
akan merasa sedih dan merasa sangat kehilangan, apalagi jika orang yang
meninggal tersebut adalah orang yang baik hatinya dan terkenal dengan kasih
sayangnya. Abraham adalah sosok atau pribadi yang memiliki jati diri yang terkenal
dalam keteguhan imannya, terkenal dengan kebaikannya dan kesetiaannya kepada
Allah. Mengingat dan mengenang perbuatan Abraham yang demikian, anak-anaknya,
sanaksaudaranya dan sahabat-sahabatnya pastilah berduka, kendatipun tidak
tertulis dalam kisah ini, tapi sama seperti kita yang adalah manusia biasa,
mereka juga pastilah berdukacita.
Saudara-saudara,
Sidang Penghiburan yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Jika saat ini, di tengah ibadah
penghiburan ini, kita teringat akan sosok almarhum/mah yang terkenal dengan
kegigihannya dalam hidup dan terkenal dalam kasih sayangnya dalam mendidik anak
cucunya, dan mengingat sikap dan perbuatannya dalam pergaulan dengan kita
semasa hidupnya membuat kita sekalian, membuat keluarga sedih, maka itu berarti
peristiwa kematian yang terjadi inipun pastilah membuat kita berdukacita.
Almarhum/mah memang telah pergi untuk selamanya, dia tidak lagi bercengkrama
dengan kita seperti yang biasa kita lakukan bersamanya. Akan tetapi, kita tahu
bersama bahwa semua kita tanpa terkecuali suatu saat kelak juga akan mengalami
peristiwa demikian. Kendatipun kita berdukacita, kendatipun keluarga sedih
karena merasa kehilangan dan telah ditinggal pergi oleh almarhum/mah, ada
berita sukacita yang menyapa dan menjadi bahagian kelurga dan kita sekalian
sebagaimana yang dialami oleh anak-anak Abraham. Alkitab berkata, bahwa setelah
Abraham, ayah mereka itu meninggal, Tuhan Allah tetap memberkati Ishak anaknya
itu. Seorang anak yang taat kepada ayahnya dan sangat mengashi ayahnya itu ternyata
tidaklah terlarut dalam duka yang berkepanjangan. Ternyata pula, bahwa kematian
seseorang yang sangat kita kasihi tidaklah menjadi akhir dari kasih karunia dan
berkat Tuhan. Tuhan Allah, terus memberkati Ishak sepeninggalan ayahnya
Abraham. Dan dalam dukacita saat inipun, berita Firman Tuhan ini harus
diaminkan juga berlaku dalam hidup anak-anak, sanak saudara dan para sahabat
almarhum/mah.
Sidang
Penghiburan, Keluarga Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Sekalipun kita harus merasa sangat
kehilangan atas meninggalnya orang tua kekasih yang kita sangat sayangi, yang
sangat kita hargai, namun satu hal yang harus kita ingat adalah bahwa ini
bukanlah akhir dari kasih karunia Tuhan. Jika orang tua yang kita kasihi ini
meninggal dalam usia yang sudah lanjut maka hal itu adalah juga kasih karunia
Tuhan, dan jikalaupun dia telah pergi untuk selamanya dan meninggalkan kita
maka itu bukanlah akhir dari berkat Tuhan. Tuhan yang maha baik itu, adalah
Tuhan yang penuh dengan kasih setia dan kasihNya tidak pernah berobah, dahulu,
kini dan untuk selamanya, kasih itulah pula yang akan menjadi kekuatan dan
pengharapan bagi keluarga untuk meneruskan perjalan hidup ini ke depan. Diberkatilah keluarga yang berduka ini oleh
Tuhan kita.
A
M I N
Bacaan
Alkitab: Rut 1: 1- 6
“Bangkit
dari Kedukaan, meraih Masa Depan Bersama Tuhan”
Sidang
penghiburan, keluarga yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Pengalaman hidup yang dialami oleh Naomi, merupakan pengalaman
hidup yang sangat memilukan. Dilatarbelakangi hidup yang serba susah di tanah
Israel, keluarga Elimelekh mencoba mengadu nasib di negeri orang, yakni ke
tanah Moab. Kendati harus menjadi orang asing, keluarga ini harus menjalani
hidup di negeri asing. Tetapi, apa hendak dikata, yang tadinya keluarga ini
berharap akan mengalami perobahan hidup ke arah yang lebih baik, ternyata
peristiwa duka beruntun terjadi dan dialami oleh Naomi, seorang istri dan ibu
dari anak-anaknya. Peristiwa pertama yang memilukan hatinya ialah dia
kehilangan suami tercintanya. Kini ia menyandang predikat janda yang harus
diterimanya karena kematian suaminya. Tak lama berselang meninggalnya suaminya
itu, Naomipun harus dirundung duka lagi yakni dikala kedua anak laki-lakinya
juga meninggal dunia di tanah moab di negeri asing yang didatanginya. Peristiwa
dukacita yang dialami Naomi ini sungguh tak terbayangkan pedihnya, sudah
kehilangan suami tercintanya, ia juga harus kehilangan kedua anaknya.
Harapannya seakan pupus sudah. Yang tadinya mengadu nasib untuk lebih baik di
negeri orang, ternyata Naomi malah mengalami kehidupan yang pahit dan sangat
memilukan.
Sidang
penghiburan, keluarga yang berduka yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Dalam peristiwa hidup yang
memilukan yang dialami oleh Naomi, ada sebuah peristiwa yang lazim dan sering
terjadi dalam kehidupan kita sebagai manusia, yakni peristiwa kematian.
Peristiwa kematian, kapanpun dan di manapun dan dalam kondisi hidup yang
bagaimanapun pastilah mendukakan manusia. Kenapa? Karena lewat peristiwa
kematian kita akan sangat merasakan bagaimana sedihnya kehilangan orang-orang
yang begitu kita kasihi. Tidak akan adalagi canda, tawa dan bercengkrama, tidak
akan adalagi waktu bersama mencurahkan isi hati dan bertukar pikiran, bahkan
tidak ada lagi waktu untuk berkasih saying dengan mereka yang meninggal.
Perasaan terpukul, pikiran kita seakan hampa rasanya. Bahkan dengan peristiwa
dukacita seperti ini, orang bisa saja jatuh ke dalam keputus asaan karena
kehilangan pengharapannya. Tetapi bagi Naomi tidaklah demikian, ditemani oelh
salah seorang dari menantunya yang setia, Naomi memandang hari esok dengan
pengharapan. Iapun meutuskan untuk pulang ke negeri asalnya, karena ia
mendengar bahwa Tuhan telah memperhatikan negeri Israel dan memberikan makanan
kepada umatNya itu.
Keluarga
yang berduka, Sidang Penghiburan yang dikasihi Oleh Tuhan Yesus Kristus,
Memang
harus diakui, bahwa kita semua, keluarga yang berduka saat ini tidak bisa
memungkiri peristiwa yang terjadi dan memilukan ini telah membuat keluarga
terpukul, membuat keluarga dan kita sekalian sangat merasa kehilangan. Tidak
mudah memang, dengan serta merta menerima peristiwa kematian dengan lapang
dada. Itu terjadi karena secara psikologis, kita sebagai manusia pasti merasa
shock tatkala salah seorang dari orang yang sangat kita kasihi, orang yang
paling dekat dengan kita harus pergi untuk selamanya dan meninggalkan kita
untuk selamanya pula. Akan tetapi saudara-saudaraku, mari kita coba berempati,
membayangkan kondisi kita dalam posisi diri seorang Naomi. Naomi menjadi salah
satu sumber inspirasi berpengharapan bagi setiap orang yang sedang dilanda
dukacita yang amat dalam. Naomi akhirnya bangun dari ketidak berdayaannya itu,
ia menatap ke masa depan dengan penuh pengharapan bahwa Tuhan Allah akan
memperhatikannya. Maka pada saat itulah Naomi membuat rencana dan tekad untuk
kembali ke Israel, tanah kelahirannya itu, sebab ia telah mendengar bahwa Tuhan
Allah sedang bekerja di sana memberkati umatNya. Kelurga juga dan kita
sekalian, tidak boleh terus terpuruk dalam kedukaan seperti ini. Keluarga juga
harus bangkit dari kedukaan ini, keluarga harus bertekad untuk melanjutkan
hidup ke masa depan, sebab di sana Tuhan Allah sedang bekerja dan membaharui
hidup setiap orang yang patah hati dan remuk jiwanya. Setiap orang percaya yang
berjumapa dengan peristiwa duka yang memilukan harus mampu dan sadar menatap
hari esok, memandang masa depan di mana Tuhan Allah sedang memperhatikan
kehidupan umatNya. Percayalah saudara-saudara, percayalah keluarga yang saat
ini dirundung berduka, bahwa Tuhan Allah tidak pernah merancang kecelakaan bagi
setiap orang yang percaya kepadaNya, melainkan rancanganNya adalah rancangan
damai sejahtera. Tuhan memberi kekuatan kepada keluarga untuk bangkit dan
meraih masa depan bersama Tuhan.
A
M I N.
Bacaan
Alkitab: Yunus 2:1- 10
Tetap
Menyembah Tuhan Di Tengah Kedukaan
Sidang Penghiburan, Keluarga Yang berduka
Yang dikasihi Oleh Tuhan Yesus,
Yunus bukanlah sosok yang asing bagi
kita orang percaya. Kisah tentang dirinya telah sering kita dengar, bahkan
sejak anak-anak, kisah Yunus sudah pasti pernah kita dengar. Bermula dari
pengutusan Tuhan pada dirinya untuk bernubuat tentang Niniwe, namun kemudian
Yunus melarikan diri ke Tarsis dengan menumpang sebuah kapal melalui Yafo.
Namun Tuhan Allah mencegat dia dengan cara yang tidak disangka-sangka, yakni
dengan cari mendatangkan badai di tengah lautan sehingga kapal yang ditumpangi
Yunus terancam bahaya. Di sinilah Yunus akhirnya dilemparkan ke laut dan
kemudian atas prakarsa Tuhan, seekor ikan menelannya selama tiga hari tiga
malam dan kemudian memuntahkannya tepat di Niniwe. Kendatipun kisah Yunus ini
sangat sulit dicerna akal kita sekalian, namun dalam kisah yang dialami Yunus
terdapat nilai-nilai teologis yang luar biasa tingginya. Di antara nilai-nilai
teologis yang terdapat dalam kisah Yunus ini, ada sebuah nilai teologis praksis
yang pantas dan seharusnya menjadi konsumsi orang-orang percaya, yakni tindakan
Yunus tatkala ia berada di dalam suasana hidup yang sangat memprihatinkan,
yakni dikala ia sedang dalam perut ikan. Yunus menyadari penuh apa dan
bagaimana posisi hidupnya saat itu. Ia sungguh-sungguh merasa dirinya dalam
kesusahan yang luar biasa hebatnya. Ia sangat menyadari hidupnya sedang
terancam dan diselimuti perasaan takut dan jiwanya letih lesu akibat apa yang
dialaminya.
Saudara-saudara,
sidang penghiburan, keluarga yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Jika semula Yunus melarikan diri
dari pemanggilan Tuhan Allah, kini dikala dia berada di tengah hidup yang
terpuruk dan terancam, ia ternyata dengan sadar dan tulus memanjatkan doanya
kepada Tuhan Allah. Doa Yunus, merupakan curahan hati yang sebenar-benarnya
terutama dalam keadaannya yang sedang dilanda kesusahan yang luar biasa
hebatnya. Doa menjadi kekuatan Yunus dalam keadaan hidup yang mengalami
kesusahan. Doa menjadi nafar Yunus tatkala ia mengahadapi pergumulan yang amat
hebat. Dalam doanya, Yunus mengaku bahwa dalam kesusahan ia berseru kepada
Tuhan, ia berteriak kepada Tuhan, dan dalam keyakinannya ia tahu bahwa Tuhan
menjawab seruannya dan mendengar teriakannya. Yunus mengungkapkan semuanya
kepada Tuhan tentang apa yang sedang menimpanya. Ia merasa dirinya terkungkung
oleh ancaman maut, namun sungguh luar biasa, dalam doanya itu Yunus juga
bernazar kepada Tuhan. Ia akan tetap menyembah Tuhan dengan penuh ucapan syukur
dan membayar apa yang dia nazarkan. Pengakuan yang luar biasa juga keluar dari
mulut yunus kendatipun ia sedang dalam kesusahan, ia berkata “keselatan adalah
dari Tuhan”.
Sidang
Penghiburan Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Jikalau saat ini kita sekalian dan
keluarga masih dalam suasana dukacita yang amat dalam karena kematian orang
yang begitu kita kasihi dan mengasihi kita, bukan berarti kita dilupakan oleh
Tuhan Allah. Saya mengetahui bahwa keluarga dalam kesusahan yang luar biasa,
dalam duka yang amat dalam, tetapi kita harus ingat bahwa dalam suasana seperti
saat inipun kita harus menyembah Tuhan Allah kita. Mari merenungkan refleksi
iman dari seorang Yunus yang sedang dalam kesusahan yang amat hebat. Yunus
masih mampu berdoa dan menyembah Tuhan Allah kendatipun hidupnya sedang dalam
bahaya maut dan dalam kesusahan serta pergumulan hidup yang sungguh luar biasa
beratnya. Jiwanya yang letih lesu, tak membuat dia lupa memanjatkan doanya
kepada Tuhan. kitapun harus demikian, keluarga juga harus mampu berdoa dan
menyembah Tuhan dalam suasana dukacita yang memilukan ini. Keluarga harus kuat
dan tetap setia mengaku bahwa keselamatan adalah dari Tuhan.
Dukacita akibat meninggalnya orang yang kita kasihi
dan mengasihi kita memang adalah dukacita yang amat berat. Kita merasa bahwa
seakan puncak kesusahan itu ada pada saat dukacita seperti ini. Maka wajar jika
jiwa kita letih dan lesu, kita seakan kehilangan kekuatan, namun satu hal yang
harus membuat kita kuat bahwa Tuhan Allah tak pernah membiarkan kita umatNya
sendirian, Dia akan bertindak, Dia setia menghibur yang penat, Dia setia
menunggu dan menyambut mereka yang datang kepadaNya dikala jiwa umatNya letih
dan lesu.
Saudara-saudara,
sidang penghiburan Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Jika
Yunus mampu berdoa dari dasar laut yakni ancaman dunia orang mati, dari dunia
kesusahan yang amat dalam, maka kita jugapun harus menguatkan diri untuk tetap
sadar memanjatkan doa kepada Tuhan agar Dia datang memberi kita kelepasan dan
penghiburan dari dukacita yang menyakitkan ini. Kitapun juga harus mampu
berikrar untuk menyembah Dia kendatipun di tengah kesusahan seperti saat ini.
Tuhan itu setia dan sungguh menyayangi mereka yang jiwanya remuk redam, Tuhan
adalah sumber penghiburan bagi setiap umatNya yang sedang berduka. Dan
PenghiburanNya sungguh amat sempurna adanya. Ingatlah saudara-saudara bahwa “keselamatan adalah dari Tuhan”. Maka
yakinlah keluarga, yakinlah saudara-saudara bahwa Tuhan yang kita puji, Tuhan
yang mendengar dan menjawab doa Yunus itu adalah Tuhan yang juga mendengar
seruan dan doa kita sekalian. Maka jadilah kuat, sebab Tuhan kita setia memberi
kita kekuatan menghadapi setiap kesusahan hidup. Kita harus tetap menyembah Dia
kendatipun disaat duka. Terpujilah Tuhan, Tuhan menghibur keluarga dan
memberkati kita semua.
A
M I N .
Bacaan
Alkitab: Yesaya 49: 13
Bergembiralah
sebab Tuhan Menghibur Dan Memulihkan
Sidang
Penghiburan, keluarga Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Penghiburan dan
pemulihan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang yang sedang
dilanda dukacita, yang jiwanya sedang hancur dan hidupnya porak poranda baik
oleh karena beratnya persoalan hidup yang sedang menekan dan juga karena
terjadinya sebuah peristiwa duka yang menyakitkan. pemulihan berarti upaya atau
tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi hidup ke hidup yang semula
atau kepada hidup yang lebih baik. dengan demikian “pulih” dapat diartikan
kembalinya kondisi hidup seseorang ke kondisi yang yang normal dan ke kondisi
hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Pemulihan sangat dibutuhkan dalam rangka
menormalisasikan kondisi hidup seseorang maupun hidup sebuah bangsa maupun
kondisi hidup keluarga yang porakporanda akibat terjadinya peristiwa yang
menyesakkan, dan menyakitkan sehingga mengakibatkan terganggunya kondisi hidup
yang semula normal dan berjalan baik. Demikianlah yang terjadi dengan kota
Sion. Sion hancur dan porak-poranda akibat peperangan yang terjadi, di mana
kekengerian terjadi, banyak jiwa yang melayang, tewas terbunuh akibat
dashyatnya peperangan yang terjadi. Sion hancur, sukacita hilang dan berganti
dengan duka nestapa. Kota yang menjadi kebanggaan dan symbol kekuatan umat
Tuhan itu hancur dan mendukakan umat Tuhan. Harapan seakan pupus, tangisan dan
derai air mata bercucuran akibat kengerian yang terjadi. Akan tetapi, Tuhan
Allah tidak tega membiarkanya hancur untuk selamanya, Tuhan memulihkan Sion
yang hancur itu, Tuhan menghibur umatNya itu. Inilah yang disaksikan oleh Nabi
Yesaya bagi umat Tuhan.
Sidang
penghiburan Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Jika sebelumnya Sion penuh dengan
cucuran air mata dan jeritan penderitaan akibat peristiwa yang amat mendukakan,
maka Allah memulihkan keadaan dengan sungguh amat sempurna. Dia menghibur
umatNya dan menyayangi mereka dengan kasihNya yang luar biasa. Dukacita
diubahNya menjadi sukacita yang amat besar. Tergamabr bahwa pemulihan Allah
atas Sion sungguh sempurna, sehingga kegirangan besar terjadi, sampai bumi dan
langit diajak untuk bersorak sorai demikian juga dengan gunung-gunung.
Peristiwa dukacita seakan tak pernah terjadi dikala Tuhan memulihkan keadaan.
Di sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa Tuhan Allah mampu dan berkuasa
mengubah dukacita seberat apapun itu menjadi kegirangan yang luar biasa lewat
pemulihan yang dilakukanNya.
Saudara-saudara,
keluarga Yang Dikasihi Oleh Tuhan Yesus Kristus,
Jika malam/siang ini kita berkumpul di sini dalam sebuah
persekutuan umat yang berduka cita mengenang peristiwa duka yang dialami oleh
keluarga di sini, maka pada hakekatnya kita sebenarnya hendak mengungkapkan
pujian dan menyembah Tuhan Allah kita dan jujur harus dikatakan bahwa kita,
keluarga juga hendak bersyukur kepada Tuhan bahwasannya kesetiaannya telah
terbukti bagi kita dan keluarga selama ini.
Jika 7/40/100/ hari yang silam perasaan keluarga seakan hancur, hidup
mereka porak-poranda akibat kematian orang yang mereka kasihi dan mengasihi
mereka, kini mereka menyadari sepenuhnya bahwa Tuhan ternyata menyayangi mereka
dan kita aminkan bahwa Tuhan telah memulihkan hidup mereka menjadi hidup yang
bersukacita. Kita harapkan bersama sebagai umat Tuhan ibadah saat inilah
bukanlah karena tuntutan tadisi atau budaya yang berlaku di tengah masyarakat
kita, melainkan bagi setiap orang Kristen yang beribadah dalam rangka mengenang
peristiwa dukacita adalah ibadah yang benar-benar dilaksanakan atas dasar
pengakuan iman bahwasannya Tuhan telah menyertai dan memulihkan hidup keluarga
yang berduka. Itu berarti, ibadah penghiburan seperti ini adalah juga ibadah
yang dilaksanakan dalam rangka mengenang dan mensyukuri penyertaan Tuhan dan
pemulihan hidup yang Tuhan lakukan pada mereka yang sebelumnya dilanda
kehancuran dan keporak-porandaan hidup.
Sidang
Panghiburan, keluarga Yang Dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Jika Sion yang semula hancur
porak-poranda dan umat Tuhan dilanda duka cita, maka karena kasih Tuhan yang
amat besar, mereka dipulihkan, mereka disayang oleh Tuhan. karena itulah bumi,
langit dan gunung-gunung diajak untuk bersorak sorai, mereka bergirang dengan
penuh sukacita karena Tuhan memulihkan hidui mereka. Kitapun saat ini, pantas dan harus bergirang,
keluarga harus bersyukur dan bergirang di dalam Tuhan sebab hari-hari duka
telah mampu dilewati dan harus diaminkan bahwa Tuhan jualah yang telah
memampukan keluarga menjalani semua ini, Tuhanlah yang telah berkenan
memulihkan hidup keluarga sehingga keluarga dapat meniti hari-hari hidup dan
menjalaninya dengan penuh pengharapan kepada Tuhan. keluarga tidak diabiarkan sendirian
oleh Tuhan larut dalam duka yang berkepanjangan dan kehilangan pengharapan.
Tuhanlah yang telah berkarya lewat kasihNya yang amat besar meulihkan dan
menyayangi keluarga sebagaimana yang dilakukan terhadap Sion itu. Maka karena
itu, sebagai umat yang percaya, kita harus dengan penuh ketulusan
bersoarak-sorai dan bergembira, bukan karena dukacita yang menimpa keluarga,
akan tetapi karena Tuhan sudah memulihkan dan akan senantiasa memulihkan hidup
keluarga dan setiap orang yang berduka yang dikasihiNya. Terpujilah Tuhan sang
pemulih hidup yang hancur.
A
M I N.
Bacaan
Alakitab: Ratapan 3: 19- 26
Tuhan
Adalah Bagianku
Saudara-saudara,
Sidang Penghiburan, Keluarga Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Tidak
perlu memungkiri bahwasannya sebagian besar dari orang-orang pembaca Alkitab
termasuk kita sekalian kurang tertarik bahkan mungkin saja kurang senang
membaca atau mendengar isi Alkitab yang berbicara tentang kemalangan dan
kesusahan maupun penghukuman. Kita lebih suka membaca, mendengar dan
merenungkan isi Alkitab yang enak didengar, sehingga adaistilah ayat-ayat emas
bagi sekelompok orang Kristen, padahal hal tersebut adalah sebuah kekeliruan
yang tidak perlu untuk dibudayakan. Kitab ratapan yang menjadi pembacaan kita
saat ini, adalah salah satu kitab dalam Alkitab yang sebagian besar isinya
sarat dengan syair ratapan kesedihan. Itulah sebabnya, mungkin kitab ini jarang
dikhotbahkan di tengah ibadah-ibadah orang Kristen. Kendatipun memang isi kitab
Ratapan ini merupakan kumpulan syair-syair ratapan kesedihan dan dukacita,
namun perlu diingat bahwa kitap ini juga berisi penghiburan yang luar biasa
harganya pada semua orang percaya baik dalam rangka kehidupan sehari-hari,
terlebih dikala diperhadapkan pada kedukaan termasuk yang disebabkan peristiwa
kematian.
Sidang penghiburan, keluarga yang berduka Yang
Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Sejak manusia jatuh ke dalam dosa,
penderitaan menjadi sangat dekat dengan hidup manusia. Penderitaan hidup
tersebut sangat beragam penyebabnya, mulai dari factor kebutuhan, gagalnya
perencanaan, dan juga masalah hubungan dalam keluarga serta juga penderitaan
akibat terjadinya peristiwa kematian, di mana kita kehilangan orang yang begitu
kita kasihi dan dekat dengan kita dalan menjalani hidup ini. Satu pertanyaan
yang sulit dijawab dengan sempurna ialah”kenapa penderitaan ini tejadi?”.
Tetapi satu hal yang pasti dan penting untuk diingat oleh setiap orang percaya
yakni bahwa tujuan dari penderitaan ini dalam perspfektif iman ialah agar
setiap orang dimurnikan imannya sehingga pada saatnya orang akan layak bagi
damai sejahtera dari Tuhan. Hal itulah yang disaksikan oleh Kitab Ratapan saat
ini kepada kita sekalian, kepada keluarga yang berduka.
Saudara-saudara,
Ratapan pasal 3 yang menjadi perenungan kita di tengah suasana duka cita ini
menceritakan kepada kita tentang pengalaman hidup seorang pribadi manusia biasa
seperti kita yang menyaksikan dan mengalami kesengsaraan yang luar biasa
hebatnya. Penyair membuka semua yang dideritanya (ayat 1-17) bahkan ia sempat
menyangka bahwa kemasyuran dan harapannya untuk hidup telah hilang. Tetapi ia
terbangun dan sadar akan keluhan-keluhan yang diucapkannya akibat penderitaan
hidup yang dialaminya, lalu mengambil sikap yang luar biasa, yakni berdoa
kepada Tuhan (19-26) sambil memberi kesaksian atas apa yang menjadi harapannya.
Kendatipun penyair selalu teringat akan penderitaan yang menimpanya, akan
tetapi ia tetap mampu memanjatkan permohonan kepada Tuhannya. Ini membuktikan
bahwa meskipun sang penyair menyangka bahwa harapan hidupnya telah pupus,
hilang lenyap, akan tetapi ia tetap percaya kepada Tuhan Allah bahwasannya ia
tidak ditinggal pergi oleh Tuhannya. Nyata bagi kita sekalian bahwa dalam
beratnya penderitaan, besarnya rasa duka yang dialami sang penyair, ia tetap
percaya dan yakin bahwa Tuhan mendengar doa permohonannya. Ia tetap mampu
melihat kasih Allah yang begitu besar kepadanya. Di tengah kedukaan ia bersaksi
bahwa:
Tak
berkesudahan kasih setia Tuhan, artinya bahwa kasih
Allah adalah kasih yang terus menerus berlaku dalam hidup orang yang percaya,
kasih itu tidak terbatas oleh situasi, kondisi maupun ruang dan waktu dalam
hidup orang percaya. Kasih itu juga tidak berkesudahan, kasih Allah itu
mengalir bagaikan sungai yang tidak pernah mengenal musim. Yang berikut yang
diperhatikannya ialah; Tak habis-habisnya rahmatNya,
artinya bahwa perhatian dan perbuatan baik dari Tuhan tidak pernah berakhir,
selalu saja ada bentuk-bentuk baru perbuatan baik Tuhan kepada umatNya terutama
mereka yang dilanda dukacita dan dalam setiap perjalanan hidup umat yang
percaya. Dan yang berikut ialah; Besar kesetiaan Tuhan, hal ini
hendak mengatakan bahwa dukungan Tuhan tidak pernah berakhir kepada setiap
orang yang berharap kepadaNya. Tuhan juga tidak pernah lalai menepati janji
yang diucapkanNya, Tuhan juga tidak pernah menipu orang yang percaya kepadaNya.
Sidang
Penghiburan, Keluarga yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Memperhatikan semua sifat Tuhan
tersebut, maka penyair mengambil sebuah keputusan dan kesimpulan yang menjadi
dasar baginya untuk tetap kuat yakni dengan berkata: TUHAN ADALAH BAGIANKU. Sikap ini merupakan bukti bahwa sang penyair
benar-benar menjalin hubungan yang begitu akrab dengan Tuhan Allah. Ia
sungguh-sungguh adalah orang beriman dan berharap pada kesetiaan Tuhan Allah.
Dia juga melihat dengan benar, bahwa Tuhan itu baik bagi semua orang yang
berharap dan mencari Tuhan. Merenungkan kesaksian iman penyair ratapan ini,
kita sekalian, keluarga yang berduka ditantang untuk merenungkan kembali
hubungan kita dengan Tuhan. Mungkin saja keluarga, akibat duka cita ini merasa
bahwa harapan dan masa depan hilang lenyap, namun satu hal yang pasti bahwa
ternyata Tuhan tidak akan pernah meninggalkan, membiarkan hal itu terjadi.
Penyair Ratapan telah membuktikannya, Tuhan ternyata sangat dekat dengan orang
percaya yang sedang mengalami penderitaan, termasuk dukacita seperti yang
dialami keluarga di sini. Terciptanya hubungan yang dekat dan akrab dengan
Tuhan menjadi kunci untuk dapat melihat dengan iman bahwa Tak berkesudahan
kasih Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya dan besar kesetiaanNya. Hal itu juga
pasti terjadi dengan keluarga dan bagi kita semua yang percaya kepada Tuhan
Allah. Percayalah keluarga, bahwa kendatipun dukacita ini sangat memukul
keluarga, sangat membuat keluarga menderita dan susah, Tuhan Allah kita adalah
Tuhan yang besar kesetiaanNya, Ia akan memberi kelegaan bagi setiap orang yang
berbeban berat, Ia akan memberi penghiburan sejati bagi setiap orang yang
dilanda kedukaan. Dialah Tuhan kita, Tuhan Yang penuh kasih. Dialah yang
menghibur keluarga dan memberi hari esok yang indah bagi keluarga. Tuhan
memberkati kita sekalian.
A
M I N
Bacaan
Alkitab
Lukas
8: 22- 25
Tuhan
Yesus Meneduhkan Taufan Badai
Yang
Melanda Hidup Orang Percaya
Keluarga
Yang Berduka, Sidang Penghiburan Yang Dikasihi Oleh Tuhan Yesus Kristus,
Setiap
orang pastilah merasa ketakutan apabila diperhadapkan pada peristiwa yang
mengancam keselamatan hidup. Ketakutan tersebut lahir akibat terjadinya konflik
di dalam diri seseorang antara logika
dan imannya. Maksudnya adalah bahwa ketakutan itu sendiri muncul akibat
analisa pikiran manusia terhadap apa yang sedang dan akan menimpa hidupnya
lewat peristiwa yang terjadi. Dalam hal ini, kekuatan pikiran manusia lebih
kuat daripada iman kepercayaannya, akibatnya manusia akan panik dan bahkan bisa
kehilangan pikiran sehatnya. Di sini kita lihat bahwa dengan hanya mengandalkan
pikiran manusia malah dapat jatuh pada hilangnya akal sehat dan akhirnya tidak
tahu lagi hendak berbuat apa. Dalam perjalanan hidupnya di dunia ini, manusia
tidak akan pernah bebas dan lepas dari berbagai bentuk peristiwa hidup, baik
itu peristiwa sukacita maupun peristiwa dukacita. Bentuk dari setiap peristiwa
tersebut bermacam-macam, mulai dari peristiwa yang sepele hingga peristiwa yang
luar biasa dahsyatnya. Dalam dukacita misalnya, manusia acapkali diperhadapkan
pada berbagai bentuk terpaan hidup, mulai dari pengalaman pribadi, keluarga dan
peristiwa yang melibatkan banyak orang. Semua peristiwa duka cita tersebut
seringkali membuat manusia menjadi ketakutan, panic bahkan kehilangan pikiran
sehatnya dan akhirnya kehilangan kepercayaannya.
Keluarga
Yang Berduka, Sidang Penghiburan Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Ketakutan yang luar biasa hebatnya
ternyata juga menjadi bagian hidup dari murid-murid Tuhan Yesus. Ketika mereka
sedang berlayar, di mana Yesus sedang tidur di dalam perahu yang mereka naiki,
sekonyong-konyong taufan menerpa perahu mereka hingga kemasukan air.
Murid-murid itu menyadari bahwa mereka sedang dalam mara bahaya. Murid-murid
itu panik dan ketakutan luar biasa, sampai-sampai mereka berkata kepada
Yesus:”Guru, Guru, kita binasa!”. Ini menggambarkan bagaimana besarnya
ketakutan yang melanda hidup muri-murid Tuhan itu. Namun ada satu tindakan yang
dilakukan murid-murid itu yang harus diteladani oleh setiap pengikut Kristus
masa kini apabila sedang diperhadapkan pada badai taufan kehidupan, yakni bahwa
kendatipun murid-murid itu dalam keadaan panic dan ketakutan yang luar biasa,
tetapi mereka tahu harus kemana meminta pertolongan. Mereka membangunkan Tuhan
Yesus yang saat itu sedang tidur di buritan, saat itulah Yesus Tuhan bertindak,
yakni meneduhkan taufan itu dan membuat hidup mereka menjadi normal dan
terlepas dari mara bahaya yang begitu dahsyat itu. Apa yang dialami murid-murid
Yesus dan sikap mereka yang begitu ketakutan ternyata membuat Yesus bertanya
kepada mereka:”di manakah kepercayaanmu?” ini hendak menegaskan bahwa ternyata
murid-muridNya tersebut belumlah mengenal dan percaya sepenuhnya pada Yesus
yang mampu meneduhkan suasana, merubah mara bahaya menjadi keselamatan.
Sidang
Penghiburan, Keluarga Yang Berduka Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Seperti yang dikatakan tadi, siapapun
dia, setiap orang yang hidup di dunia ini tidak pernah bisa menghindar dari
peristiwa dukacita. Dan setiap peristiwa dukacita tersebut akan membuat manusia
merasa kuatir bahkan ketakutan, panik dan bisa saja kehilangan akal sehatnya
yang membuatnya kehilangan kepercayaannya. Pada saat demikianlah seharusnya
orang percaya, yakni pengikut Kristus mengambil sebuah sikap seperti halnya
yang dilakukan murid-murid Tuhan Yesus, yakni mereka datang kepada Tuhan Yesus.
Jadi, apabila saat ini keluarga yang kita kasihi sedang dilanda taufan dan
membuat keluarga berdukacita, panik dan bersedih, maka datanglah kepada Tuhan
Yesus. Dia mampu meneduhkan taufan badai yang menerpa hidup setiap orang yang
percaya kepadaNya, Dia mampu mengubah suasana duka cita menjadi sukacita, Dia
mampu mengatasi persoalan hidup yang mendukakan orang yang percaya kepadaNya.
TanganNya terbuka, menunggu saudara dan saya yang berbeban berat, yang letih
lesu untuk datang memohon pertolongan padaNya, Dia akan memberi kelegaan bagi
kita (Mat. 11: 28). Sekali lagi saudara-saudara, juga kepada keluarga yang
berduka saat ini, ingatlah bahwa Tuhan kita Yesus Kritus, adalah Tuhan yang
berkuasa mengatasi segala taufan badai kehidupan yang menerpa hidup orang yang
percaya kepadaNya. Dukacita diubahNya menjadi sukacita, karena Dia juga
berkuasa atas masa depan yang misteri bagi kita. Keluarga pasti bisa melewati
peristiwa dukacita ini, sebab Yesus berada di bahtera hidup keluarga ini,
datanglah kepadaNya, niscaya semuanya akan indah pada waktunya. Tuhan Yesus
beserta keluarga dan kita sekalian.
A
M I N
Bacaan
Alkitab: Filipi 12- 26
Hidup
Bagi Kristus, Mati Adalah Keuntungan
Sidang
Penghiburan, Keluarga Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Rasul Paulus adalah salah seorang
tokoh sentral dalam Alkitab Perjanjian baru yang sangat banyak memberi corak
pada kekristenan. Corak kekristenan tersebut nyata melalui surat-suratnya yang
mendominasi kitab perjanjian baru. Kisah Paulus merupakan kisah yang cukup
menarik untuk diketahui oleh orang-orang Kristen, ia semula adalah anggota
mahkamah agama Yahudi, namun kemudian lewat kesaksiannya dia mengatakan bahwa
Yesus telah menampakkan diri kepadanya dalam perjalanannya ke Damsyik. Berawal
dari pertemuannya dengan Yesus itulah, hidup rasul Paulus berobah total dan
menjadi pengikut setia Kristus. Ia malah menjadi seorang Rasul yang sangat
berjasa dalam penyebaran Injil terutama kepada bangsa-bangsa non Yahudi. Paulus
adalah penulis surat yang hebat, Dia menguraikan ajaran Kristen dengan lugas
dan menempatkan Kristus Yesus sebagai pusat dari semua isi suratnya. Dia juga
membahas setiap persoalan yang sedang terjadi dan dihadapi oleh orang-orang
percaya dalam kehidupannya dengan melihatnya dari sudut pandang ajaran Kristus.
Paulus menjadi pekabar Injil yang menyelesaikan banyak pekerjaan Tuhan baik
dengan kedatangannya di jemaat-jemaat maupun lewat surat-surat yang
dikirimkannya. Dia juga kemudian menjadi sasaran penganiayaan dari berbagai
pihak akibat militansinya memberitakan Injil Kristus. Surat kepada jemaat
Filipi adalah salah satu dari surat-surat paulus yang dikirimkan kepada
jemaat-jemaat Kristus yang ditujukan untuk memberi penguatan, pengajaran,
nasihat dan tegoran kepada jemaat Tuhan.
Sidang
Penghiburan, keluarga Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Ketika Rasul Paulus di dalam
penjara, ia memberi kesaksian kepada jemaat Tuhan di Filipi, bahwa dengan apa
yang terjadi pada dirinya Injil Kristus telah memperoleh kemajuan dan
meneguhkan iman orang-orang percaya. Penderitaan Paulus sendiri adalah
penderitaan panjang yang sering melahirkan konflik di dalam diri, apakah ia
lebih baik mati atau melanjutkan hidup untuk pekerjaan Kristus. Derita Paulus
memang lengkap, menurut tradisi sejarah gereja, Paulus juga diperkirakan
mengidap penyakit serius yang sering kambuh dan membuatnya berduka, selain itu
Paulus juga seringkali dianiaya, dipenjara dan dihukum karena pelayanannya.
Dalam perikope Alkitab saat ini, Paulus memberi kesaksian tentang konflik yang
melanda dirinya yakni tentang mana lebih baik baginya, apakah mati dan hidup
bersama-sama Kristus atau hidup di dunia ini bekerja untuk memberi buah bagi
pekerjaan Tuhan. Dari konflik itu, Paulus menarik sebuah kesimpulan, bahwa
“Baginya Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Kendatipun Paulus
sering dilanda pergumulan, namun satu hal yang luar biasa bahwa Paulus tetap
setia dan mampu melihat semua yang dialaminya dari kaca mata iman.
Saudara-saudara,
Sidang penghiburan yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Apa yang menjadi kesaksian rasul
Paulus lewat suratnya kepada jemaat Tuhan di Filipi ini merupakan berita
penghiburan dan penguatan bagi setiap orang Kristen yang sedang menghadapi
pergumulan hidup, terutama karena diperhadapkan pada terjadinya peristiwa kematian
di tengah keluarga kita. Harus diakui bahwa disaat seseorang diperhadapkan pada
pergumulan yang mendukakan hidupnya, seseorang itu akan mengalami konflik yang
luar biasa hebatnya di dalam diri. Hal ini sering membuat seseorang bahkan
orang percaya sekalipun tergoda untuk mengambil jalan pintas atau bahkan
kehilangan arah dan tujuan hidup. Tetapi Rasul Paulus tidaklah demikian. Ia tetap
mampu melihat semua peristiwa yang
terjadi dan dialaminya dengan kekuatan iman dan kepercayaannya. Ia mampu berkata
bahwa jika ia hidup, ia hidup untuk Kristus Tuhannya, dan bila ia mati itulah
adalah keuntungan baginya. Artinya saudara-saudara, bahwa yang terpenting dalam
hidup orang percaya adalah bagaimana hidupnya berguna bagi pekerjaan Tuhannya,
sehingga kendatipun kematian menjemput, itu tidak melahirkan keputusasaan. Jika
keluarga sedang dirundung duka nestapa akibat kematian yang kita saksikan, maka
ingatlah saudaraku, bahwa setiap orang yang mati dalam nama Tuhan, kematian
tersebut adalah awal baru untuk memasuki hidup baru, hidup kekal bersama Tuhan.
Itulah sebabnya orang percaya seharusnya tiudak menangisi orang mati, melainkan
tangisan itu kiranya menjadi tangisan peringatan bagi diri sendiri, apakah kita
telah layak dan siap untuk hidup bagi Kristus, sehingga jikalaupun kematian
menjemput, itu menjadi keuntungan.
Saudara-saudara,
memang tidaklah mudah untuk melakukan tindakan iman seperti yang terjadi dan
dilakukan oleh Paulus dalam hidupnya. Tetapi satu hal yang harus kita ingat,
yakni bahwa Tuhan Yesus tidak pernah berbohong dan mengingkari janji-janjiNya,
Ia adalah Tuhan yang setia, yang telah mematahkan kuasa maut, yang menjadi
jaminan hidup bagi setiap orang yang percaya. Oleh karena itu, jika dukacita
ini harus terjadi dan dialami oleh keluarga terkasih di sini, maka apa yang
menjadi kesimpulan Rasul Paulus lewat perikope saat ini, kiranya menjadi
penghiburan dan kekuatan bagi keluarga. Jikalaupun salah seorang anggota
keluarga yang sangat kita kasihi harus meninggalkan kebersamaan, meninggalkan kehidupan
dari dunia ini, maka kita ditantang untuk mampu melihat peristiwa ini lewat
kaca mata iman kita, bahwa kematian orang percaya adalah pintu masuk kepada
hidup kekal bersama Tuhan. Karena itu, keluarga harus kuat dan berdiri teguh
bersama Tuhan meniti masa depan, sebab jikalaupun Tuhan masih menganugerahkan
kehidupan kepada kita, Dia menginginkan kita bekerja dan menghasilkan buah. Lanjutkanlah hidup ini saudaraku, ingatlah
bahwa Tuhan Yesus pasti menghibur dan memberi penguatan kepadamu.
A
M I N
Bacaan
Alkitab: Wahyu 21: 1- 7
Masa
Depan Baru bersama Kristus
Sidang
penghiburan Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Kitab
Wahyu adalah sebuah kitab yang sangat sulit dipahami dan dimengerti oleh banyak
orang Kristen. Para pakar teologipun berbeda-beda sudut pandangnya dalam
memahami isi kitab Wahyu ini. Kitab yang berisi tentang masa depan kehidupan
orang percaya ini merupakan kumpulan wahyu yang diterima oleh seorang Rasul
Kristus yakni, Yohanes dalam kondisi hidupnya yang terbuang dan terasing di pulau
Patmos. Kitab Wahyu berisi juga berbagai bentuk symbol dan tanda yang kadang
membingungkan orang percaya. Akan tetapi pada dasarnya kitab wahyu adalah
sebuah kitab yang berisi penghiburan bagi setiap orang percaya yang sedang
dilanda duka. Kitab wahyu sendiri sebenarnya adalah kitab yang bertujuan untuk
meneguhkan dan menguatkan kehidupan beriman orang-orang percaya yang kala itu
sedang mengalami penganiayaan yang begitu kejam dari pemerintah Romawi yang
dipimpin oleh kaisar Nero yang terkenal kejam dan jahat terutama kepada
orang-orang Kristen. Yohanes mengalami dan mengetahui persis dukacita orang
percaya kala itu. Itulah sebabnya kitab Wahyu sering disebut dengan nama kitab
ketabahan.
Sidang
penghiburan Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Dalam perikop bacaan kita saat ini,
Yohanes dalam penglihatannya memberitahukan kepada setiap orang percaya bahwa
langit dan bumi yang lama telah berlalu dan lautpun tidak ada lagi digantikan
dengan bumi dan langit yang baru, selanjutnya Yohanes melihat bahwa tersedia
sebuah kota yang kudus, Yerusalem yang baru yang turun dari sorga dari Allah
yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan bagi suaminya. Penglihatan
Yohanes ini dapat disimpulkan bahwa ternyata Allah telah dan akan memberi masa
depan yang baru, suasana yang baru, yang lama dan yang usang telah berlalu.
Inilah berita penghiburan bagi kita saat ini dikala kita dilanda duka nestapa
karena ditinggal pergi oleh orang yang kita kasihi dan yang mengasihi kita.
Tidak mudah memang memikul beban dukacita ini, akan tetapi yang harus dan perlu
kita ingat bahwa ternyata, dikala Yohanes dipembuangan, di keterasingan ia
telah melihat bahwa hidup orang percaya adalah hidup yang dinamis, hidup yang
berkelanjutan karena Tuhan sendirilah yang menjadi aktor utama yang
mengendalikan kehidupan ini. Tuhan tidak tinggal diam saudara-saudara, Tuhan
terus membaharui hidup yang usang dan lama itu, Tuhan juga merubah hidup yang
berduka menjadi hidup yang penuh masa depan dan penuh harapan dan kebahagiaan.
Sidang
Penghiburan Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Jika
keluarga saat ini merasa bahwa hari ini kelam kabut, hari ini karena dukacita
ini, hidup sepertinya telah usang, tidak lagi tersedia masa depan, keluarga
dirundung duka dan berbeban, ingatlah bahwa ternyata pada masa depan orang
percaya tersedia masa yang dibaharui oleh Kristus Tuhan, itulah masa depan
bersama Tuhan. Duka nestapa kan diganti dengan keceriaan dan rasa gembira,
sebab ternyata Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang berkuasa atas kehidupan
dan masa depan kita. Jikalaupun saat ini keluarga berduka atas peristiwa yang
memilukan ini, ternyata hidup orang percaya, hidup keluarga tidaklah berhenti
di sini, Tuhan sedang menunggu aku dan kau, menunggu keluarga, tanganNya
terbuka bagi setiap orang yang letih lesu dan berbeban berat, Ia berjanji kan
memberi kelegaan, itulah masa depan bersama Tuhan. Karena itu saudara-saudara,
keluarga, percaya dan yakinlah, datanglah kepada Tuhan, sebab Ia telah
menyediakan masa depan yang baru penuh pengharapan bagi kita semua. Tuhan Yesus
Menghibur dan memberi kekuatan pada kita. Terpujilah Tuhan. A M I N
Terima kasih, pak Pendeta. Khotbahnya sangat membantu dan menolong kami dalam memahami arti kematian.
BalasHapussama-sama saudaraku..Tuhan menghibur kita selalu..
Hapus