Minggu, 29 Januari 2012

khotbah penghiburan kristen

Bacaan Alkitab: Ayub 1:18- 22
Pengakuan Iman Orang Yang Berduka
Sidang Penghiburan, Keluarga Yang Berduka Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
        Sosok seorang Ayub bagi kita orang percaya bukan lagi sosok atau figur yang asing. Dia adalah seorang laki-laki dari Tanah Us yang hidup saleh dan memiliki iman yang luar biasa. Bahkan mungkin sepanjang peradaban umat manusia, laki-laki inilah satu-satunya orang yang memiliki ketabahan yang luar biasa. Hidupnya yang saleh ternyata tidak terpengaruh ruang dan waktu kendatipun dalam kesusahan yang luar biasa. Ayub menjadi salah sati figur yang menjadi teladan bagi hidup setiap orang percaya hingga masa kini. Baik dalam hal kesetiaan kepada Tuhan, dan keteguhan kepercayaan, Ayub juga menjadi teladan tentang bagaimana memandang peristiwa dari kaca mata iman kendatipun itu sebuah peristiwa dukacita. Ayub juga sosok yang tetap tekun dan teguh dalam menhadapi apa yang biasa kita sebut pencobaan hidup. Perjalanan hidupnya yang hanya dalam sekejap berobah total ternyata tidak membuat kesalehannya pudar. Diawali dengan hilangnya harta benda, kemudian berita dukacita datang, yakni bahwa anak-anaknya telah mati, hal ini serta merta membuat Ayub terpukul dan dan berduka cita. Siapapun, pastilah bersusah dan berduka ketika menghadapi peristiwa pilu seperti yang dihadapi Ayub. Dialah sosok yang harusnya menjadi teladan bagi setiap orang yang sedang dilanda duka cita. Karena itu, dalam peristiwa duka cita yang dialami keluarga saat inipun, mari sejenak kita merenungkan refleksi iman seorang Ayub yang mau menghantar kita, menghantar keluarga untuk mampu melihat peristiwa duka ini melalui kaca iman.


Sidang Penghiburan Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Dalam peristiwa duka cita seperti yang dirasakan oleh keluarga bahkan kita sekalian saat ini, tangisan dan pilu menjadi tindakan yang dilakukan. Tangisan dan rasa pilu itu menjadi muara emosional kita karena apakah lagi yang dapat kita perbuat? Tangisan dan rasa pilu yang dirasakan keluarga saat ini, juga menjadi tindakan yang dilakukan Ayub ketika mendengar berita duka tentang kematian anak-anaknya. Tidak tanggung-tanggung saudara-saudara, semua anak-anak Ayub, laki-laki maupun anaknya perempuannya tewas seketika. Kepedihan Ayub sungguh luar biasa, ia mengoyakkan jubahnya dan mencukur kepalanya sebagai tanda duka citanya yang amat dalam. Namun, kita patut heran melihat sikap Ayub yang luar biasa dalam memandang peristiwa yang dialaminya. Ia bukannya larut dalam tangisan dan dukacita, melainkan ia bersujud dan menyembah Tuhan Allah dan dari hatinya yang dirundung duka itu, keluar pengakuan iman, : “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya, Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah Tuhan”.
Sungguh luar biasa saudara-saudara, iman Ayub amat sangat teguh, dengan jernih mata imannya tetap tertuju kepada Tuhan kendatipun duka cita yang dialaminya amatlah berat. Dalam peristiwa duka cita yang dialami Ayub, pujian kepada Allah tetap dinaikkan, tak ada pemberontakan, tak ada tuduhan yang kurang patut pada Allah, Ayub tetap bersih di hadapan Allah meskipun dukacita, pilu dan kesedihan yang luar biasa melingkupi hidupnya.
Sidang Penghiburan, Keluarga Yang Berdukacita Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus
           Ayub adalah manusia biasa seperti kita, manusia biasa seperti keluarga, namun yang membuat dia menjadi orang yang istimewa bagi kita adalah karena iman yang dimilikinya. Jujur harus kita akui, tidaklah mudah bersikap seperti Ayub. Iman seorang Ayub menjadi pondasi kokoh yang membuat dia mampu bertahan dalam kesetiaan kepada Allah, yang membuat Dia tetap mampu melihat dengan jernih peristiwa duka yang melanda hidupnya sebagai karya Allah. Sehingga dalam peristiwa dukacita yang dialaminya Tuhan Allah tetap terpuji. Benar apa yang diungkapkan Ayub, kita tak membawa apa-apa ketika lahir di dunia ini, kita juga tidak akan membawa apa-apa ketika meninggalkan dunia ini, artinya saudara-saudara, bahwa kita tidak mempunyai hak apa-apa dalam menentukan kehidupan ini, kita hanya dan harus kembali kepada Sang pencipta, Tuhan Allah, Dialah yang empunya segalanya, baik hidup dan mati kita. Jadi, bagi keluarga yang berduka saat ini, ingatlah, peristiwa pilu yang kalian alami, peristiwa duka yang amat dalam ini bukanlah akhir dari perjalanan hidup saudara-saudara, Tuhan masih menghendaki banyak hal yang akan dilakukan dan dialami. Dalam semuanya itu, pujilah Tuhan karena kemahakuasaanNya dan percayalah, bahwa Tuhan Allah tak’an menghendaki pencobaan akan menimpa kita di luar kemampuan manusia kita sebagai orang yang percaya. Benar..,peristiwa pilu ini pastilah membuat keluarga terpukul, membuat keluarga sedih, akan tetapi adalah benar pula bahwa Tuhan Allah ada di sini, ada di tengah rasa pilu yang dialami ini, menyertai keluarga agar tidak larut dalam rasa duka yang berkepanjangan. Ucaplah dalam hati kalian wahai keluarga yang berduka, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya, Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah Tuhan”.
A M I N.




Bacaan Alkitab: 1 Tesalonika 4:13- 18
Orang Percaya Bangkit Bersama Kristus Yang Bangkit
Sidang penghiburan, keluarga yang berduka Yang Dikasihi Tuhan Yesus,
        Kematian bukanlah peristiwa yang baru dan asing bagi kita. Bagi banyak orang, kematian adalah sesuatu yang menakutkan dan karena itu, segala usaha dan upaya dan dengan segenap kekuatannya, manusia berusaha menghindari apa yang disebut kematian. Kematian juga masih merupakan tanda tanya bagi banyak orang di dunia ini. Para pakar ilmu pengetahuan sudah melakukan penelitian yang panjang tentang apakah kematian itu. Mereka hanya tiba pada sebuah kesimpulan singkat yang tidak memuaskan, mereka berkata bahwa kematian adalah sebuah peristiwa di mana seseorang tidak lagi bernafas dan seluruh aktifitas hidup terhenti dengan berhentinya detakan jantung yang mengakibatkan otak tidak lagi berfungsi dan menghentikan aktifitas panca indera manusia. Malah seorang penyanyi mengatakan bahwa kematian adalah sebuah tidur panjang, dan mungkin masih banyak lagi arti dari kematian bagi banyak kalangan sesuai dengan sudut pandangnya sendiri. Kematian memang adalah saat di mana seseorang tidak lagi dapat melakukan aktifitas sebagai makhluk hidup. Akan tetapi pengertian kematian yang demikian tentulah tidak membuat kita puas, apalagi di kala kita menyaksikan peristiwa kematian, yang membuat kita berduka begitu dalam dan kesedihan menyelimuti kita sebagaimana yang dialami oleh keluarga saat ini.
            Persoalan mengenai kematian, ternyata bukan lagi persoalan baru bagi orang-orang Kristen. Pada jemaat perdana yang ada diTessalonika, persoalan kematian telah menjadi persoalan yang hangat diperdebatkan di kalangan jemaat. Kita dapat mengerti persoalan tersebut dari surat Rasul Paulus ini. Apa yang menjadi tanda tanya di kalangan jemaat di Tessalonika ini, ternyata menarik perhatian Rasul Paulus, sehingga dalam suratnya ini, Paulus menyinggung persoalan kematian dengan maksud agar jemaat Tuhan itu tidak dibingungkan oleh berbagai ajaran tentang kematian yang mungkin saja melenceng dari ajaran iman Kristen yang sesungguhnya. Dengan menjelaskan konsep kematian menurut iman Kristen, Rasul Paulus bermaksud agar jemaat Tuhan di Korintus tidak larut dalam dukacita seperti yang orang-orang lain yang tidak berpengharapan.
Saudara-saudara, sidang penghiburan yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
  Kalau ilmu pengetahuan, ilmu kedokteran memberikan definisi kematian dari sudut pandang masing-masing dan itu tidak menjawab perasaan yang kita alami, maka Rasul Paulus bukan hanya menjawab peristiwa yang misteri ini bagi kita, tetapi juga memberikan jawaban yang kita percaya mampu menjawab perasaan dukacita yang kita alami. Jawaban itu dapat disimpulkan bahwa karena Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya bahwa mereka yang meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Itu berarti, kematian orang percaya bukanlah akhir dari segalanya. Orang yang meninggal di dalam Yesus ternyata masih dan akan menjalani sebuah proses hidup lagi, yakni hidup bersama-sama dengan Kristus, dan kehidupan itu adalah kehidupan yang kekal. Inilah dasar atau alasan bagi setiap orang percaya untuk tidak larut dalam dukacita tanpa pengharapan. Dari teologi yang disampaikan Paulus ini pula, kita dapat menarik kesimpulan bahwasannya kematian adalah sebuah proses yang akan dialami setiap orang dalam menuju kehidupan yang kekal bersama Kristus. Kematian juga adalah pintu masuk pada kehidupan kekal bersama Kristus.
Saudara-saudara, Sidang Penghiburan Yang Dikasihi Oleh Tuhan Yesus Kristus,
           Jikalau saat ini, dalam peristiwa yang mendukakan ini, kita sekalian, keluarga yang berduka, diperhadapkan pada satu peristiwa yakni, kematian, maka penting bagi kita sekalian, bagi keluarga untuk menyimak dengan seksama, apa itu kematian menurut iman Kristen, hingga kita mengerti dan mengetahui dengan jelas peristiwa yang yang memilukan ini. Pengetahuan dan pengertian yang benar dan jelas tentang kematian, maka seperti kerinduan Paulus kita sekalian tidak akan larut dalam duka yang tak berpengharapan. Jelas bahwa duka cita orang yang tak berpengharapan adalah dukacita yang membuat orang tidak lagi mampu memandang hari esok dengan optimis. Dengan kata lain, dukacita orang yang tak berpengharapan akan membuat orang kehilangan semangat hidup dan tak lagi mampu melihat hari esoknya dengan keyakinan bahwa hari esok itu hari di mana dukacita tergantikan oleh sukacita.
Saudara-saudara, Keluarga yang berduka Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                         Kini, lewat surat Paulus ini, kepada kita dan kepada keluarga telah diberitakan dan diberitahukan tentang kematian orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Itu berarti, maka tidak ada alasan bagi kita dan keluarga untuk larut dalam dukacita ini seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Paulus telah menghibur kita saat ini lewat suratnya ini yang dengan jelas memberitahukan kepada kita akan karya dan kasih Kristus kepada orang-orang kepunyaanNya. Adalah berharga di mata Tuhan kematian orang-orang yang percaya kepada Tuhan, sehingga dikala orang meninggal di dalam Tuhan, maka Tuhan akan mengumpulkannya bersama-sama dengan Dia. Jika keluarga, kita sekalian merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya……………., keluarga harus dirundung duka yang amat dalam, maka ingatlah saudara-saudara, bahwasannya kematian yang terjadi ini bukanlah akhir dari segalanya. Tuhan menyediakan sukacita sorgawi bagi mereka yang meninggal dalam namaNya. Bersama Kristus yang bangkit, orang yang meninggal di dalam namaNyapun turut dibangkitkan. Sekali lagi, mari terima penghiburan ini sebagai penghiburan sorgawi, sebab Tuhan senantiasa bersama-sama dengan kita, bersama-sama dengan keluarga. Tuhan Yesus, sang penghibur yang sejati beserta kita dan keluarga di sini.
A M I N.

Bacaan Alkitab. Kejadian 25: 7- 11
Sesudah Dukacita Allahpun Memberkati
Sidang Penghiburan, Keluarga…….. Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus
              Kematian tidaklah memandang umur dan keadaan manusia. Kematian bisa saja datang kapan saja dan dalam situasi hidup yang bagaimanapun. Manusia tidak dapat dengan persis mengetahui kapan kematian terjadi atau dengan kata lain, hanya Tuhanlah yang mengetahui kapan ajal seseorang tiba. Kematian sendiri menjadi peristiwa yang paling menakutkan bagi setiap orang. Sehingga, manusia seringkali mengucap syukur atas kehidupan yang masih dialaminya. Bahkan ketika manusia hendak melakukan sesuatu atau menempuh perjalanan yang seidkit tidaknya mengandung bahaya kematian, maka hal yang pertama dilakukannya adalah memohon penyertaan Tuhan agar diberi keselamatan atau agar terhindar dari apa yang disebut dengan kematian. Untuk umur yang panjang yang Tuhan beri, manusia juga bersyukur kepada Tuhan. akan tetapi, setua apapun seseorang, apabila ia meninggal, maka keluarga yang ditinggalkan pastilah berduka. Walaupun seseorang sudah sangat tua, ketika kematian menjemputnya, di sana pasti ada ratap tangis dan rasa sedih karena merasa telah ditinggalkan untuk selamanya.
Sidang Penghiburan, Keluarga Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                        Abraham, yang dikenal sebagai bapak orang percaya, bahkan disebut dengan bapak segala orang beriman dalam bacaan Alkitab saat ini diberitakan meninggal. Ia meninggal ketika rambutnya telah memutih dan suntuk umurnya. Kendatipun peristiwa kematian ini terjadi dan dialami oleh Abraham dalam usia yang sangat ujur, namun peristiwa ini pastilah membuat anak-anaknya dan sanak saudaranya, sahabat-sahabatnya merasa kehilangan. Orang tua, saudara, dan sahabat mereka akan pergi untuk selamanya meninggalkan mereka. Di sinilah terletak hal yang mendukakan manusia ketika diperhadapkan dengan peristiwa kematian. Menyaksikan peristiwa kematian, jelas akan mengundang memori kita untuk mengingat, mengenang perbuatan-perbuatan  yang dialami orang yang meninggal semasa hidupnya. Pada saat seperti itulah orang akan merasa sedih dan merasa sangat kehilangan, apalagi jika orang yang meninggal tersebut adalah orang yang baik hatinya dan terkenal dengan kasih sayangnya. Abraham adalah sosok atau pribadi yang memiliki jati diri yang terkenal dalam keteguhan imannya, terkenal dengan kebaikannya dan kesetiaannya kepada Allah. Mengingat dan mengenang perbuatan Abraham yang demikian, anak-anaknya, sanaksaudaranya dan sahabat-sahabatnya pastilah berduka, kendatipun tidak tertulis dalam kisah ini, tapi sama seperti kita yang adalah manusia biasa, mereka juga pastilah berdukacita.
Saudara-saudara, Sidang Penghiburan yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                        Jika saat ini, di tengah ibadah penghiburan ini, kita teringat akan sosok almarhum/mah yang terkenal dengan kegigihannya dalam hidup dan terkenal dalam kasih sayangnya dalam mendidik anak cucunya, dan mengingat sikap dan perbuatannya dalam pergaulan dengan kita semasa hidupnya membuat kita sekalian, membuat keluarga sedih, maka itu berarti peristiwa kematian yang terjadi inipun pastilah membuat kita berdukacita. Almarhum/mah memang telah pergi untuk selamanya, dia tidak lagi bercengkrama dengan kita seperti yang biasa kita lakukan bersamanya. Akan tetapi, kita tahu bersama bahwa semua kita tanpa terkecuali suatu saat kelak juga akan mengalami peristiwa demikian. Kendatipun kita berdukacita, kendatipun keluarga sedih karena merasa kehilangan dan telah ditinggal pergi oleh almarhum/mah, ada berita sukacita yang menyapa dan menjadi bahagian kelurga dan kita sekalian sebagaimana yang dialami oleh anak-anak Abraham. Alkitab berkata, bahwa setelah Abraham, ayah mereka itu meninggal, Tuhan Allah tetap memberkati Ishak anaknya itu. Seorang anak yang taat kepada ayahnya dan sangat mengashi ayahnya itu ternyata tidaklah terlarut dalam duka yang berkepanjangan. Ternyata pula, bahwa kematian seseorang yang sangat kita kasihi tidaklah menjadi akhir dari kasih karunia dan berkat Tuhan. Tuhan Allah, terus memberkati Ishak sepeninggalan ayahnya Abraham. Dan dalam dukacita saat inipun, berita Firman Tuhan ini harus diaminkan juga berlaku dalam hidup anak-anak, sanak saudara dan para sahabat almarhum/mah.
Sidang Penghiburan, Keluarga Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Sekalipun kita harus merasa sangat kehilangan atas meninggalnya orang tua kekasih yang kita sangat sayangi, yang sangat kita hargai, namun satu hal yang harus kita ingat adalah bahwa ini bukanlah akhir dari kasih karunia Tuhan. Jika orang tua yang kita kasihi ini meninggal dalam usia yang sudah lanjut maka hal itu adalah juga kasih karunia Tuhan, dan jikalaupun dia telah pergi untuk selamanya dan meninggalkan kita maka itu bukanlah akhir dari berkat Tuhan. Tuhan yang maha baik itu, adalah Tuhan yang penuh dengan kasih setia dan kasihNya tidak pernah berobah, dahulu, kini dan untuk selamanya, kasih itulah pula yang akan menjadi kekuatan dan pengharapan bagi keluarga untuk meneruskan perjalan hidup ini ke depan. Diberkatilah keluarga yang berduka ini oleh Tuhan kita.
A M I N


Bacaan Alkitab: Rut 1: 1- 6
“Bangkit dari Kedukaan, meraih Masa Depan Bersama Tuhan”
Sidang penghiburan, keluarga yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
  Pengalaman hidup yang dialami oleh Naomi, merupakan pengalaman hidup yang sangat memilukan. Dilatarbelakangi hidup yang serba susah di tanah Israel, keluarga Elimelekh mencoba mengadu nasib di negeri orang, yakni ke tanah Moab. Kendati harus menjadi orang asing, keluarga ini harus menjalani hidup di negeri asing. Tetapi, apa hendak dikata, yang tadinya keluarga ini berharap akan mengalami perobahan hidup ke arah yang lebih baik, ternyata peristiwa duka beruntun terjadi dan dialami oleh Naomi, seorang istri dan ibu dari anak-anaknya. Peristiwa pertama yang memilukan hatinya ialah dia kehilangan suami tercintanya. Kini ia menyandang predikat janda yang harus diterimanya karena kematian suaminya. Tak lama berselang meninggalnya suaminya itu, Naomipun harus dirundung duka lagi yakni dikala kedua anak laki-lakinya juga meninggal dunia di tanah moab di negeri asing yang didatanginya. Peristiwa dukacita yang dialami Naomi ini sungguh tak terbayangkan pedihnya, sudah kehilangan suami tercintanya, ia juga harus kehilangan kedua anaknya. Harapannya seakan pupus sudah. Yang tadinya mengadu nasib untuk lebih baik di negeri orang, ternyata Naomi malah mengalami kehidupan yang pahit dan sangat memilukan.
Sidang penghiburan, keluarga yang berduka yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Dalam peristiwa hidup yang memilukan yang dialami oleh Naomi, ada sebuah peristiwa yang lazim dan sering terjadi dalam kehidupan kita sebagai manusia, yakni peristiwa kematian. Peristiwa kematian, kapanpun dan di manapun dan dalam kondisi hidup yang bagaimanapun pastilah mendukakan manusia. Kenapa? Karena lewat peristiwa kematian kita akan sangat merasakan bagaimana sedihnya kehilangan orang-orang yang begitu kita kasihi. Tidak akan adalagi canda, tawa dan bercengkrama, tidak akan adalagi waktu bersama mencurahkan isi hati dan bertukar pikiran, bahkan tidak ada lagi waktu untuk berkasih saying dengan mereka yang meninggal. Perasaan terpukul, pikiran kita seakan hampa rasanya. Bahkan dengan peristiwa dukacita seperti ini, orang bisa saja jatuh ke dalam keputus asaan karena kehilangan pengharapannya. Tetapi bagi Naomi tidaklah demikian, ditemani oelh salah seorang dari menantunya yang setia, Naomi memandang hari esok dengan pengharapan. Iapun meutuskan untuk pulang ke negeri asalnya, karena ia mendengar bahwa Tuhan telah memperhatikan negeri Israel dan memberikan makanan kepada umatNya itu.
Keluarga yang berduka, Sidang Penghiburan yang dikasihi Oleh Tuhan Yesus Kristus,
              Memang harus diakui, bahwa kita semua, keluarga yang berduka saat ini tidak bisa memungkiri peristiwa yang terjadi dan memilukan ini telah membuat keluarga terpukul, membuat keluarga dan kita sekalian sangat merasa kehilangan. Tidak mudah memang, dengan serta merta menerima peristiwa kematian dengan lapang dada. Itu terjadi karena secara psikologis, kita sebagai manusia pasti merasa shock tatkala salah seorang dari orang yang sangat kita kasihi, orang yang paling dekat dengan kita harus pergi untuk selamanya dan meninggalkan kita untuk selamanya pula. Akan tetapi saudara-saudaraku, mari kita coba berempati, membayangkan kondisi kita dalam posisi diri seorang Naomi. Naomi menjadi salah satu sumber inspirasi berpengharapan bagi setiap orang yang sedang dilanda dukacita yang amat dalam. Naomi akhirnya bangun dari ketidak berdayaannya itu, ia menatap ke masa depan dengan penuh pengharapan bahwa Tuhan Allah akan memperhatikannya. Maka pada saat itulah Naomi membuat rencana dan tekad untuk kembali ke Israel, tanah kelahirannya itu, sebab ia telah mendengar bahwa Tuhan Allah sedang bekerja di sana memberkati umatNya. Kelurga juga dan kita sekalian, tidak boleh terus terpuruk dalam kedukaan seperti ini. Keluarga juga harus bangkit dari kedukaan ini, keluarga harus bertekad untuk melanjutkan hidup ke masa depan, sebab di sana Tuhan Allah sedang bekerja dan membaharui hidup setiap orang yang patah hati dan remuk jiwanya. Setiap orang percaya yang berjumapa dengan peristiwa duka yang memilukan harus mampu dan sadar menatap hari esok, memandang masa depan di mana Tuhan Allah sedang memperhatikan kehidupan umatNya. Percayalah saudara-saudara, percayalah keluarga yang saat ini dirundung berduka, bahwa Tuhan Allah tidak pernah merancang kecelakaan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya, melainkan rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera. Tuhan memberi kekuatan kepada keluarga untuk bangkit dan meraih masa depan bersama Tuhan.
A M I N.





Bacaan Alkitab: Yunus 2:1- 10
Tetap Menyembah Tuhan Di Tengah Kedukaan
  Sidang Penghiburan, Keluarga Yang berduka Yang dikasihi Oleh Tuhan Yesus,
                        Yunus bukanlah sosok yang asing bagi kita orang percaya. Kisah tentang dirinya telah sering kita dengar, bahkan sejak anak-anak, kisah Yunus sudah pasti pernah kita dengar. Bermula dari pengutusan Tuhan pada dirinya untuk bernubuat tentang Niniwe, namun kemudian Yunus melarikan diri ke Tarsis dengan menumpang sebuah kapal melalui Yafo. Namun Tuhan Allah mencegat dia dengan cara yang tidak disangka-sangka, yakni dengan cari mendatangkan badai di tengah lautan sehingga kapal yang ditumpangi Yunus terancam bahaya. Di sinilah Yunus akhirnya dilemparkan ke laut dan kemudian atas prakarsa Tuhan, seekor ikan menelannya selama tiga hari tiga malam dan kemudian memuntahkannya tepat di Niniwe. Kendatipun kisah Yunus ini sangat sulit dicerna akal kita sekalian, namun dalam kisah yang dialami Yunus terdapat nilai-nilai teologis yang luar biasa tingginya. Di antara nilai-nilai teologis yang terdapat dalam kisah Yunus ini, ada sebuah nilai teologis praksis yang pantas dan seharusnya menjadi konsumsi orang-orang percaya, yakni tindakan Yunus tatkala ia berada di dalam suasana hidup yang sangat memprihatinkan, yakni dikala ia sedang dalam perut ikan. Yunus menyadari penuh apa dan bagaimana posisi hidupnya saat itu. Ia sungguh-sungguh merasa dirinya dalam kesusahan yang luar biasa hebatnya. Ia sangat menyadari hidupnya sedang terancam dan diselimuti perasaan takut dan jiwanya letih lesu akibat apa yang dialaminya.

Saudara-saudara, sidang penghiburan, keluarga yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                         Jika semula Yunus melarikan diri dari pemanggilan Tuhan Allah, kini dikala dia berada di tengah hidup yang terpuruk dan terancam, ia ternyata dengan sadar dan tulus memanjatkan doanya kepada Tuhan Allah. Doa Yunus, merupakan curahan hati yang sebenar-benarnya terutama dalam keadaannya yang sedang dilanda kesusahan yang luar biasa hebatnya. Doa menjadi kekuatan Yunus dalam keadaan hidup yang mengalami kesusahan. Doa menjadi nafar Yunus tatkala ia mengahadapi pergumulan yang amat hebat. Dalam doanya, Yunus mengaku bahwa dalam kesusahan ia berseru kepada Tuhan, ia berteriak kepada Tuhan, dan dalam keyakinannya ia tahu bahwa Tuhan menjawab seruannya dan mendengar teriakannya. Yunus mengungkapkan semuanya kepada Tuhan tentang apa yang sedang menimpanya. Ia merasa dirinya terkungkung oleh ancaman maut, namun sungguh luar biasa, dalam doanya itu Yunus juga bernazar kepada Tuhan. Ia akan tetap menyembah Tuhan dengan penuh ucapan syukur dan membayar apa yang dia nazarkan. Pengakuan yang luar biasa juga keluar dari mulut yunus kendatipun ia sedang dalam kesusahan, ia berkata “keselatan adalah dari Tuhan”.
Sidang Penghiburan Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Jikalau saat ini kita sekalian dan keluarga masih dalam suasana dukacita yang amat dalam karena kematian orang yang begitu kita kasihi dan mengasihi kita, bukan berarti kita dilupakan oleh Tuhan Allah. Saya mengetahui bahwa keluarga dalam kesusahan yang luar biasa, dalam duka yang amat dalam, tetapi kita harus ingat bahwa dalam suasana seperti saat inipun kita harus menyembah Tuhan Allah kita. Mari merenungkan refleksi iman dari seorang Yunus yang sedang dalam kesusahan yang amat hebat. Yunus masih mampu berdoa dan menyembah Tuhan Allah kendatipun hidupnya sedang dalam bahaya maut dan dalam kesusahan serta pergumulan hidup yang sungguh luar biasa beratnya. Jiwanya yang letih lesu, tak membuat dia lupa memanjatkan doanya kepada Tuhan. kitapun harus demikian, keluarga juga harus mampu berdoa dan menyembah Tuhan dalam suasana dukacita yang memilukan ini. Keluarga harus kuat dan tetap setia mengaku bahwa keselamatan adalah dari Tuhan.
Dukacita akibat meninggalnya orang yang kita kasihi dan mengasihi kita memang adalah dukacita yang amat berat. Kita merasa bahwa seakan puncak kesusahan itu ada pada saat dukacita seperti ini. Maka wajar jika jiwa kita letih dan lesu, kita seakan kehilangan kekuatan, namun satu hal yang harus membuat kita kuat bahwa Tuhan Allah tak pernah membiarkan kita umatNya sendirian, Dia akan bertindak, Dia setia menghibur yang penat, Dia setia menunggu dan menyambut mereka yang datang kepadaNya dikala jiwa umatNya letih dan lesu.
Saudara-saudara, sidang penghiburan Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
            Jika Yunus mampu berdoa dari dasar laut yakni ancaman dunia orang mati, dari dunia kesusahan yang amat dalam, maka kita jugapun harus menguatkan diri untuk tetap sadar memanjatkan doa kepada Tuhan agar Dia datang memberi kita kelepasan dan penghiburan dari dukacita yang menyakitkan ini. Kitapun juga harus mampu berikrar untuk menyembah Dia kendatipun di tengah kesusahan seperti saat ini. Tuhan itu setia dan sungguh menyayangi mereka yang jiwanya remuk redam, Tuhan adalah sumber penghiburan bagi setiap umatNya yang sedang berduka. Dan PenghiburanNya sungguh amat sempurna adanya. Ingatlah saudara-saudara bahwa “keselamatan adalah dari Tuhan”. Maka yakinlah keluarga, yakinlah saudara-saudara bahwa Tuhan yang kita puji, Tuhan yang mendengar dan menjawab doa Yunus itu adalah Tuhan yang juga mendengar seruan dan doa kita sekalian. Maka jadilah kuat, sebab Tuhan kita setia memberi kita kekuatan menghadapi setiap kesusahan hidup. Kita harus tetap menyembah Dia kendatipun disaat duka. Terpujilah Tuhan, Tuhan menghibur keluarga dan memberkati kita semua.
A M I N .










Bacaan Alkitab: Yesaya 49: 13
Bergembiralah sebab Tuhan Menghibur Dan Memulihkan
Sidang Penghiburan, keluarga Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                                    Penghiburan dan pemulihan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang yang sedang dilanda dukacita, yang jiwanya sedang hancur dan hidupnya porak poranda baik oleh karena beratnya persoalan hidup yang sedang menekan dan juga karena terjadinya sebuah peristiwa duka yang menyakitkan. pemulihan berarti upaya atau tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi hidup ke hidup yang semula atau kepada hidup yang lebih baik. dengan demikian “pulih” dapat diartikan kembalinya kondisi hidup seseorang ke kondisi yang yang normal dan ke kondisi hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Pemulihan sangat dibutuhkan dalam rangka menormalisasikan kondisi hidup seseorang maupun hidup sebuah bangsa maupun kondisi hidup keluarga yang porakporanda akibat terjadinya peristiwa yang menyesakkan, dan menyakitkan sehingga mengakibatkan terganggunya kondisi hidup yang semula normal dan berjalan baik. Demikianlah yang terjadi dengan kota Sion. Sion hancur dan porak-poranda akibat peperangan yang terjadi, di mana kekengerian terjadi, banyak jiwa yang melayang, tewas terbunuh akibat dashyatnya peperangan yang terjadi. Sion hancur, sukacita hilang dan berganti dengan duka nestapa. Kota yang menjadi kebanggaan dan symbol kekuatan umat Tuhan itu hancur dan mendukakan umat Tuhan. Harapan seakan pupus, tangisan dan derai air mata bercucuran akibat kengerian yang terjadi. Akan tetapi, Tuhan Allah tidak tega membiarkanya hancur untuk selamanya, Tuhan memulihkan Sion yang hancur itu, Tuhan menghibur umatNya itu. Inilah yang disaksikan oleh Nabi Yesaya bagi umat Tuhan.
Sidang penghiburan Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                        Jika sebelumnya Sion penuh dengan cucuran air mata dan jeritan penderitaan akibat peristiwa yang amat mendukakan, maka Allah memulihkan keadaan dengan sungguh amat sempurna. Dia menghibur umatNya dan menyayangi mereka dengan kasihNya yang luar biasa. Dukacita diubahNya menjadi sukacita yang amat besar. Tergamabr bahwa pemulihan Allah atas Sion sungguh sempurna, sehingga kegirangan besar terjadi, sampai bumi dan langit diajak untuk bersorak sorai demikian juga dengan gunung-gunung. Peristiwa dukacita seakan tak pernah terjadi dikala Tuhan memulihkan keadaan. Di sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa Tuhan Allah mampu dan berkuasa mengubah dukacita seberat apapun itu menjadi kegirangan yang luar biasa lewat pemulihan yang dilakukanNya.
Saudara-saudara, keluarga Yang Dikasihi Oleh Tuhan Yesus Kristus,
                        Jika malam/siang  ini kita berkumpul di sini dalam sebuah persekutuan umat yang berduka cita mengenang peristiwa duka yang dialami oleh keluarga di sini, maka pada hakekatnya kita sebenarnya hendak mengungkapkan pujian dan menyembah Tuhan Allah kita dan jujur harus dikatakan bahwa kita, keluarga juga hendak bersyukur kepada Tuhan bahwasannya kesetiaannya telah terbukti bagi kita dan keluarga selama ini.  Jika 7/40/100/ hari yang silam perasaan keluarga seakan hancur, hidup mereka porak-poranda akibat kematian orang yang mereka kasihi dan mengasihi mereka, kini mereka menyadari sepenuhnya bahwa Tuhan ternyata menyayangi mereka dan kita aminkan bahwa Tuhan telah memulihkan hidup mereka menjadi hidup yang bersukacita. Kita harapkan bersama sebagai umat Tuhan ibadah saat inilah bukanlah karena tuntutan tadisi atau budaya yang berlaku di tengah masyarakat kita, melainkan bagi setiap orang Kristen yang beribadah dalam rangka mengenang peristiwa dukacita adalah ibadah yang benar-benar dilaksanakan atas dasar pengakuan iman bahwasannya Tuhan telah menyertai dan memulihkan hidup keluarga yang berduka. Itu berarti, ibadah penghiburan seperti ini adalah juga ibadah yang dilaksanakan dalam rangka mengenang dan mensyukuri penyertaan Tuhan dan pemulihan hidup yang Tuhan lakukan pada mereka yang sebelumnya dilanda kehancuran dan keporak-porandaan hidup.
Sidang Panghiburan, keluarga Yang Dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
                        Jika Sion yang semula hancur porak-poranda dan umat Tuhan dilanda duka cita, maka karena kasih Tuhan yang amat besar, mereka dipulihkan, mereka disayang oleh Tuhan. karena itulah bumi, langit dan gunung-gunung diajak untuk bersorak sorai, mereka bergirang dengan penuh sukacita karena Tuhan memulihkan hidui mereka.  Kitapun saat ini, pantas dan harus bergirang, keluarga harus bersyukur dan bergirang di dalam Tuhan sebab hari-hari duka telah mampu dilewati dan harus diaminkan bahwa Tuhan jualah yang telah memampukan keluarga menjalani semua ini, Tuhanlah yang telah berkenan memulihkan hidup keluarga sehingga keluarga dapat meniti hari-hari hidup dan menjalaninya dengan penuh pengharapan kepada Tuhan. keluarga tidak diabiarkan sendirian oleh Tuhan larut dalam duka yang berkepanjangan dan kehilangan pengharapan. Tuhanlah yang telah berkarya lewat kasihNya yang amat besar meulihkan dan menyayangi keluarga sebagaimana yang dilakukan terhadap Sion itu. Maka karena itu, sebagai umat yang percaya, kita harus dengan penuh ketulusan bersoarak-sorai dan bergembira, bukan karena dukacita yang menimpa keluarga, akan tetapi karena Tuhan sudah memulihkan dan akan senantiasa memulihkan hidup keluarga dan setiap orang yang berduka yang dikasihiNya. Terpujilah Tuhan sang pemulih hidup yang hancur.
A M I N.
Bacaan Alakitab: Ratapan 3: 19- 26
Tuhan Adalah Bagianku
Saudara-saudara, Sidang Penghiburan, Keluarga Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                        Tidak perlu memungkiri bahwasannya sebagian besar dari orang-orang pembaca Alkitab termasuk kita sekalian kurang tertarik bahkan mungkin saja kurang senang membaca atau mendengar isi Alkitab yang berbicara tentang kemalangan dan kesusahan maupun penghukuman. Kita lebih suka membaca, mendengar dan merenungkan isi Alkitab yang enak didengar, sehingga adaistilah ayat-ayat emas bagi sekelompok orang Kristen, padahal hal tersebut adalah sebuah kekeliruan yang tidak perlu untuk dibudayakan. Kitab ratapan yang menjadi pembacaan kita saat ini, adalah salah satu kitab dalam Alkitab yang sebagian besar isinya sarat dengan syair ratapan kesedihan. Itulah sebabnya, mungkin kitab ini jarang dikhotbahkan di tengah ibadah-ibadah orang Kristen. Kendatipun memang isi kitab Ratapan ini merupakan kumpulan syair-syair ratapan kesedihan dan dukacita, namun perlu diingat bahwa kitap ini juga berisi penghiburan yang luar biasa harganya pada semua orang percaya baik dalam rangka kehidupan sehari-hari, terlebih dikala diperhadapkan pada kedukaan termasuk yang disebabkan peristiwa kematian.


 Sidang penghiburan, keluarga yang berduka Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                        Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, penderitaan menjadi sangat dekat dengan hidup manusia. Penderitaan hidup tersebut sangat beragam penyebabnya, mulai dari factor kebutuhan, gagalnya perencanaan, dan juga masalah hubungan dalam keluarga serta juga penderitaan akibat terjadinya peristiwa kematian, di mana kita kehilangan orang yang begitu kita kasihi dan dekat dengan kita dalan menjalani hidup ini. Satu pertanyaan yang sulit dijawab dengan sempurna ialah”kenapa penderitaan ini tejadi?”. Tetapi satu hal yang pasti dan penting untuk diingat oleh setiap orang percaya yakni bahwa tujuan dari penderitaan ini dalam perspfektif iman ialah agar setiap orang dimurnikan imannya sehingga pada saatnya orang akan layak bagi damai sejahtera dari Tuhan. Hal itulah yang disaksikan oleh Kitab Ratapan saat ini kepada kita sekalian, kepada keluarga yang berduka.
Saudara-saudara, Ratapan pasal 3 yang menjadi perenungan kita di tengah suasana duka cita ini menceritakan kepada kita tentang pengalaman hidup seorang pribadi manusia biasa seperti kita yang menyaksikan dan mengalami kesengsaraan yang luar biasa hebatnya. Penyair membuka semua yang dideritanya (ayat 1-17) bahkan ia sempat menyangka bahwa kemasyuran dan harapannya untuk hidup telah hilang. Tetapi ia terbangun dan sadar akan keluhan-keluhan yang diucapkannya akibat penderitaan hidup yang dialaminya, lalu mengambil sikap yang luar biasa, yakni berdoa kepada Tuhan (19-26) sambil memberi kesaksian atas apa yang menjadi harapannya. Kendatipun penyair selalu teringat akan penderitaan yang menimpanya, akan tetapi ia tetap mampu memanjatkan permohonan kepada Tuhannya. Ini membuktikan bahwa meskipun sang penyair menyangka bahwa harapan hidupnya telah pupus, hilang lenyap, akan tetapi ia tetap percaya kepada Tuhan Allah bahwasannya ia tidak ditinggal pergi oleh Tuhannya. Nyata bagi kita sekalian bahwa dalam beratnya penderitaan, besarnya rasa duka yang dialami sang penyair, ia tetap percaya dan yakin bahwa Tuhan mendengar doa permohonannya. Ia tetap mampu melihat kasih Allah yang begitu besar kepadanya. Di tengah kedukaan ia bersaksi bahwa:
Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, artinya bahwa kasih Allah adalah kasih yang terus menerus berlaku dalam hidup orang yang percaya, kasih itu tidak terbatas oleh situasi, kondisi maupun ruang dan waktu dalam hidup orang percaya. Kasih itu juga tidak berkesudahan, kasih Allah itu mengalir bagaikan sungai yang tidak pernah mengenal musim. Yang berikut yang diperhatikannya ialah; Tak habis-habisnya rahmatNya, artinya bahwa perhatian dan perbuatan baik dari Tuhan tidak pernah berakhir, selalu saja ada bentuk-bentuk baru perbuatan baik Tuhan kepada umatNya terutama mereka yang dilanda dukacita dan dalam setiap perjalanan hidup umat yang percaya. Dan yang berikut ialah; Besar kesetiaan Tuhan, hal ini hendak mengatakan bahwa dukungan Tuhan tidak pernah berakhir kepada setiap orang yang berharap kepadaNya. Tuhan juga tidak pernah lalai menepati janji yang diucapkanNya, Tuhan juga tidak pernah menipu orang yang percaya kepadaNya.
Sidang Penghiburan, Keluarga yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                        Memperhatikan semua sifat Tuhan tersebut, maka penyair mengambil sebuah keputusan dan kesimpulan yang menjadi dasar baginya untuk tetap kuat yakni dengan berkata: TUHAN ADALAH BAGIANKU. Sikap ini merupakan bukti bahwa sang penyair benar-benar menjalin hubungan yang begitu akrab dengan Tuhan Allah. Ia sungguh-sungguh adalah orang beriman dan berharap pada kesetiaan Tuhan Allah. Dia juga melihat dengan benar, bahwa Tuhan itu baik bagi semua orang yang berharap dan mencari Tuhan. Merenungkan kesaksian iman penyair ratapan ini, kita sekalian, keluarga yang berduka ditantang untuk merenungkan kembali hubungan kita dengan Tuhan. Mungkin saja keluarga, akibat duka cita ini merasa bahwa harapan dan masa depan hilang lenyap, namun satu hal yang pasti bahwa ternyata Tuhan tidak akan pernah meninggalkan, membiarkan hal itu terjadi. Penyair Ratapan telah membuktikannya, Tuhan ternyata sangat dekat dengan orang percaya yang sedang mengalami penderitaan, termasuk dukacita seperti yang dialami keluarga di sini. Terciptanya hubungan yang dekat dan akrab dengan Tuhan menjadi kunci untuk dapat melihat dengan iman bahwa Tak berkesudahan kasih Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya dan besar kesetiaanNya. Hal itu juga pasti terjadi dengan keluarga dan bagi kita semua yang percaya kepada Tuhan Allah. Percayalah keluarga, bahwa kendatipun dukacita ini sangat memukul keluarga, sangat membuat keluarga menderita dan susah, Tuhan Allah kita adalah Tuhan yang besar kesetiaanNya, Ia akan memberi kelegaan bagi setiap orang yang berbeban berat, Ia akan memberi penghiburan sejati bagi setiap orang yang dilanda kedukaan. Dialah Tuhan kita, Tuhan Yang penuh kasih. Dialah yang menghibur keluarga dan memberi hari esok yang indah bagi keluarga. Tuhan memberkati kita sekalian.
A M I N





Bacaan Alkitab
Lukas 8: 22- 25
Tuhan Yesus Meneduhkan Taufan Badai
Yang Melanda Hidup Orang Percaya
Keluarga Yang Berduka, Sidang Penghiburan Yang Dikasihi Oleh Tuhan Yesus Kristus,
                        Setiap orang pastilah merasa ketakutan apabila diperhadapkan pada peristiwa yang mengancam keselamatan hidup. Ketakutan tersebut lahir akibat terjadinya konflik di dalam diri seseorang antara logika dan imannya. Maksudnya adalah bahwa ketakutan itu sendiri muncul akibat analisa pikiran manusia terhadap apa yang sedang dan akan menimpa hidupnya lewat peristiwa yang terjadi. Dalam hal ini, kekuatan pikiran manusia lebih kuat daripada iman kepercayaannya, akibatnya manusia akan panik dan bahkan bisa kehilangan pikiran sehatnya. Di sini kita lihat bahwa dengan hanya mengandalkan pikiran manusia malah dapat jatuh pada hilangnya akal sehat dan akhirnya tidak tahu lagi hendak berbuat apa. Dalam perjalanan hidupnya di dunia ini, manusia tidak akan pernah bebas dan lepas dari berbagai bentuk peristiwa hidup, baik itu peristiwa sukacita maupun peristiwa dukacita. Bentuk dari setiap peristiwa tersebut bermacam-macam, mulai dari peristiwa yang sepele hingga peristiwa yang luar biasa dahsyatnya. Dalam dukacita misalnya, manusia acapkali diperhadapkan pada berbagai bentuk terpaan hidup, mulai dari pengalaman pribadi, keluarga dan peristiwa yang melibatkan banyak orang. Semua peristiwa duka cita tersebut seringkali membuat manusia menjadi ketakutan, panic bahkan kehilangan pikiran sehatnya dan akhirnya kehilangan kepercayaannya.
Keluarga Yang Berduka, Sidang Penghiburan Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                         Ketakutan yang luar biasa hebatnya ternyata juga menjadi bagian hidup dari murid-murid Tuhan Yesus. Ketika mereka sedang berlayar, di mana Yesus sedang tidur di dalam perahu yang mereka naiki, sekonyong-konyong taufan menerpa perahu mereka hingga kemasukan air. Murid-murid itu menyadari bahwa mereka sedang dalam mara bahaya. Murid-murid itu panik dan ketakutan luar biasa, sampai-sampai mereka berkata kepada Yesus:”Guru, Guru, kita binasa!”. Ini menggambarkan bagaimana besarnya ketakutan yang melanda hidup muri-murid Tuhan itu. Namun ada satu tindakan yang dilakukan murid-murid itu yang harus diteladani oleh setiap pengikut Kristus masa kini apabila sedang diperhadapkan pada badai taufan kehidupan, yakni bahwa kendatipun murid-murid itu dalam keadaan panic dan ketakutan yang luar biasa, tetapi mereka tahu harus kemana meminta pertolongan. Mereka membangunkan Tuhan Yesus yang saat itu sedang tidur di buritan, saat itulah Yesus Tuhan bertindak, yakni meneduhkan taufan itu dan membuat hidup mereka menjadi normal dan terlepas dari mara bahaya yang begitu dahsyat itu. Apa yang dialami murid-murid Yesus dan sikap mereka yang begitu ketakutan ternyata membuat Yesus bertanya kepada mereka:”di manakah kepercayaanmu?” ini hendak menegaskan bahwa ternyata murid-muridNya tersebut belumlah mengenal dan percaya sepenuhnya pada Yesus yang mampu meneduhkan suasana, merubah mara bahaya menjadi keselamatan.
Sidang Penghiburan, Keluarga Yang Berduka Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                         Seperti yang dikatakan tadi, siapapun dia, setiap orang yang hidup di dunia ini tidak pernah bisa menghindar dari peristiwa dukacita. Dan setiap peristiwa dukacita tersebut akan membuat manusia merasa kuatir bahkan ketakutan, panik dan bisa saja kehilangan akal sehatnya yang membuatnya kehilangan kepercayaannya. Pada saat demikianlah seharusnya orang percaya, yakni pengikut Kristus mengambil sebuah sikap seperti halnya yang dilakukan murid-murid Tuhan Yesus, yakni mereka datang kepada Tuhan Yesus. Jadi, apabila saat ini keluarga yang kita kasihi sedang dilanda taufan dan membuat keluarga berdukacita, panik dan bersedih, maka datanglah kepada Tuhan Yesus. Dia mampu meneduhkan taufan badai yang menerpa hidup setiap orang yang percaya kepadaNya, Dia mampu mengubah suasana duka cita menjadi sukacita, Dia mampu mengatasi persoalan hidup yang mendukakan orang yang percaya kepadaNya. TanganNya terbuka, menunggu saudara dan saya yang berbeban berat, yang letih lesu untuk datang memohon pertolongan padaNya, Dia akan memberi kelegaan bagi kita (Mat. 11: 28). Sekali lagi saudara-saudara, juga kepada keluarga yang berduka saat ini, ingatlah bahwa Tuhan kita Yesus Kritus, adalah Tuhan yang berkuasa mengatasi segala taufan badai kehidupan yang menerpa hidup orang yang percaya kepadaNya. Dukacita diubahNya menjadi sukacita, karena Dia juga berkuasa atas masa depan yang misteri bagi kita. Keluarga pasti bisa melewati peristiwa dukacita ini, sebab Yesus berada di bahtera hidup keluarga ini, datanglah kepadaNya, niscaya semuanya akan indah pada waktunya. Tuhan Yesus beserta keluarga dan kita sekalian.
A M I N




Bacaan Alkitab: Filipi 12- 26
Hidup Bagi Kristus, Mati Adalah Keuntungan
Sidang Penghiburan, Keluarga Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                         Rasul Paulus adalah salah seorang tokoh sentral dalam Alkitab Perjanjian baru yang sangat banyak memberi corak pada kekristenan. Corak kekristenan tersebut nyata melalui surat-suratnya yang mendominasi kitab perjanjian baru. Kisah Paulus merupakan kisah yang cukup menarik untuk diketahui oleh orang-orang Kristen, ia semula adalah anggota mahkamah agama Yahudi, namun kemudian lewat kesaksiannya dia mengatakan bahwa Yesus telah menampakkan diri kepadanya dalam perjalanannya ke Damsyik. Berawal dari pertemuannya dengan Yesus itulah, hidup rasul Paulus berobah total dan menjadi pengikut setia Kristus. Ia malah menjadi seorang Rasul yang sangat berjasa dalam penyebaran Injil terutama kepada bangsa-bangsa non Yahudi. Paulus adalah penulis surat yang hebat, Dia menguraikan ajaran Kristen dengan lugas dan menempatkan Kristus Yesus sebagai pusat dari semua isi suratnya. Dia juga membahas setiap persoalan yang sedang terjadi dan dihadapi oleh orang-orang percaya dalam kehidupannya dengan melihatnya dari sudut pandang ajaran Kristus. Paulus menjadi pekabar Injil yang menyelesaikan banyak pekerjaan Tuhan baik dengan kedatangannya di jemaat-jemaat maupun lewat surat-surat yang dikirimkannya. Dia juga kemudian menjadi sasaran penganiayaan dari berbagai pihak akibat militansinya memberitakan Injil Kristus. Surat kepada jemaat Filipi adalah salah satu dari surat-surat paulus yang dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristus yang ditujukan untuk memberi penguatan, pengajaran, nasihat dan tegoran kepada jemaat Tuhan.
Sidang Penghiburan, keluarga Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Ketika Rasul Paulus di dalam penjara, ia memberi kesaksian kepada jemaat Tuhan di Filipi, bahwa dengan apa yang terjadi pada dirinya Injil Kristus telah memperoleh kemajuan dan meneguhkan iman orang-orang percaya. Penderitaan Paulus sendiri adalah penderitaan panjang yang sering melahirkan konflik di dalam diri, apakah ia lebih baik mati atau melanjutkan hidup untuk pekerjaan Kristus. Derita Paulus memang lengkap, menurut tradisi sejarah gereja, Paulus juga diperkirakan mengidap penyakit serius yang sering kambuh dan membuatnya berduka, selain itu Paulus juga seringkali dianiaya, dipenjara dan dihukum karena pelayanannya. Dalam perikope Alkitab saat ini, Paulus memberi kesaksian tentang konflik yang melanda dirinya yakni tentang mana lebih baik baginya, apakah mati dan hidup bersama-sama Kristus atau hidup di dunia ini bekerja untuk memberi buah bagi pekerjaan Tuhan. Dari konflik itu, Paulus menarik sebuah kesimpulan, bahwa “Baginya Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Kendatipun Paulus sering dilanda pergumulan, namun satu hal yang luar biasa bahwa Paulus tetap setia dan mampu melihat semua yang dialaminya dari kaca mata iman.
Saudara-saudara, Sidang penghiburan yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                        Apa yang menjadi kesaksian rasul Paulus lewat suratnya kepada jemaat Tuhan di Filipi ini merupakan berita penghiburan dan penguatan bagi setiap orang Kristen yang sedang menghadapi pergumulan hidup, terutama karena diperhadapkan pada terjadinya peristiwa kematian di tengah keluarga kita. Harus diakui bahwa disaat seseorang diperhadapkan pada pergumulan yang mendukakan hidupnya, seseorang itu akan mengalami konflik yang luar biasa hebatnya di dalam diri. Hal ini sering membuat seseorang bahkan orang percaya sekalipun tergoda untuk mengambil jalan pintas atau bahkan kehilangan arah dan tujuan hidup. Tetapi Rasul Paulus tidaklah demikian. Ia tetap mampu melihat semua peristiwa  yang terjadi dan dialaminya dengan kekuatan iman dan kepercayaannya. Ia mampu berkata bahwa jika ia hidup, ia hidup untuk Kristus Tuhannya, dan bila ia mati itulah adalah keuntungan baginya. Artinya saudara-saudara, bahwa yang terpenting dalam hidup orang percaya adalah bagaimana hidupnya berguna bagi pekerjaan Tuhannya, sehingga kendatipun kematian menjemput, itu tidak melahirkan keputusasaan. Jika keluarga sedang dirundung duka nestapa akibat kematian yang kita saksikan, maka ingatlah saudaraku, bahwa setiap orang yang mati dalam nama Tuhan, kematian tersebut adalah awal baru untuk memasuki hidup baru, hidup kekal bersama Tuhan. Itulah sebabnya orang percaya seharusnya tiudak menangisi orang mati, melainkan tangisan itu kiranya menjadi tangisan peringatan bagi diri sendiri, apakah kita telah layak dan siap untuk hidup bagi Kristus, sehingga jikalaupun kematian menjemput, itu menjadi keuntungan.
Saudara-saudara, memang tidaklah mudah untuk melakukan tindakan iman seperti yang terjadi dan dilakukan oleh Paulus dalam hidupnya. Tetapi satu hal yang harus kita ingat, yakni bahwa Tuhan Yesus tidak pernah berbohong dan mengingkari janji-janjiNya, Ia adalah Tuhan yang setia, yang telah mematahkan kuasa maut, yang menjadi jaminan hidup bagi setiap orang yang percaya. Oleh karena itu, jika dukacita ini harus terjadi dan dialami oleh keluarga terkasih di sini, maka apa yang menjadi kesimpulan Rasul Paulus lewat perikope saat ini, kiranya menjadi penghiburan dan kekuatan bagi keluarga. Jikalaupun salah seorang anggota keluarga yang sangat kita kasihi harus meninggalkan kebersamaan, meninggalkan kehidupan dari dunia ini, maka kita ditantang untuk mampu melihat peristiwa ini lewat kaca mata iman kita, bahwa kematian orang percaya adalah pintu masuk kepada hidup kekal bersama Tuhan. Karena itu, keluarga harus kuat dan berdiri teguh bersama Tuhan meniti masa depan, sebab jikalaupun Tuhan masih menganugerahkan kehidupan kepada kita, Dia menginginkan kita bekerja dan menghasilkan buah. Lanjutkanlah hidup ini saudaraku, ingatlah bahwa Tuhan Yesus pasti menghibur dan memberi penguatan kepadamu.
A M I N










Bacaan Alkitab: Wahyu 21: 1- 7
Masa Depan Baru bersama Kristus
Sidang penghiburan Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                        Kitab Wahyu adalah sebuah kitab yang sangat sulit dipahami dan dimengerti oleh banyak orang Kristen. Para pakar teologipun berbeda-beda sudut pandangnya dalam memahami isi kitab Wahyu ini. Kitab yang berisi tentang masa depan kehidupan orang percaya ini merupakan kumpulan wahyu yang diterima oleh seorang Rasul Kristus yakni, Yohanes dalam kondisi hidupnya yang terbuang dan terasing di pulau Patmos. Kitab Wahyu berisi juga berbagai bentuk symbol dan tanda yang kadang membingungkan orang percaya. Akan tetapi pada dasarnya kitab wahyu adalah sebuah kitab yang berisi penghiburan bagi setiap orang percaya yang sedang dilanda duka. Kitab wahyu sendiri sebenarnya adalah kitab yang bertujuan untuk meneguhkan dan menguatkan kehidupan beriman orang-orang percaya yang kala itu sedang mengalami penganiayaan yang begitu kejam dari pemerintah Romawi yang dipimpin oleh kaisar Nero yang terkenal kejam dan jahat terutama kepada orang-orang Kristen. Yohanes mengalami dan mengetahui persis dukacita orang percaya kala itu. Itulah sebabnya kitab Wahyu sering disebut dengan nama kitab ketabahan.
Sidang penghiburan Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                         Dalam perikop bacaan kita saat ini, Yohanes dalam penglihatannya memberitahukan kepada setiap orang percaya bahwa langit dan bumi yang lama telah berlalu dan lautpun tidak ada lagi digantikan dengan bumi dan langit yang baru, selanjutnya Yohanes melihat bahwa tersedia sebuah kota yang kudus, Yerusalem yang baru yang turun dari sorga dari Allah yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan bagi suaminya. Penglihatan Yohanes ini dapat disimpulkan bahwa ternyata Allah telah dan akan memberi masa depan yang baru, suasana yang baru, yang lama dan yang usang telah berlalu. Inilah berita penghiburan bagi kita saat ini dikala kita dilanda duka nestapa karena ditinggal pergi oleh orang yang kita kasihi dan yang mengasihi kita. Tidak mudah memang memikul beban dukacita ini, akan tetapi yang harus dan perlu kita ingat bahwa ternyata, dikala Yohanes dipembuangan, di keterasingan ia telah melihat bahwa hidup orang percaya adalah hidup yang dinamis, hidup yang berkelanjutan karena Tuhan sendirilah yang menjadi aktor utama yang mengendalikan kehidupan ini. Tuhan tidak tinggal diam saudara-saudara, Tuhan terus membaharui hidup yang usang dan lama itu, Tuhan juga merubah hidup yang berduka menjadi hidup yang penuh masa depan dan penuh harapan dan kebahagiaan.
Sidang Penghiburan Yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
                         Jika keluarga saat ini merasa bahwa hari ini kelam kabut, hari ini karena dukacita ini, hidup sepertinya telah usang, tidak lagi tersedia masa depan, keluarga dirundung duka dan berbeban, ingatlah bahwa ternyata pada masa depan orang percaya tersedia masa yang dibaharui oleh Kristus Tuhan, itulah masa depan bersama Tuhan. Duka nestapa kan diganti dengan keceriaan dan rasa gembira, sebab ternyata Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang berkuasa atas kehidupan dan masa depan kita. Jikalaupun saat ini keluarga berduka atas peristiwa yang memilukan ini, ternyata hidup orang percaya, hidup keluarga tidaklah berhenti di sini, Tuhan sedang menunggu aku dan kau, menunggu keluarga, tanganNya terbuka bagi setiap orang yang letih lesu dan berbeban berat, Ia berjanji kan memberi kelegaan, itulah masa depan bersama Tuhan. Karena itu saudara-saudara, keluarga, percaya dan yakinlah, datanglah kepada Tuhan, sebab Ia telah menyediakan masa depan yang baru penuh pengharapan bagi kita semua. Tuhan Yesus Menghibur dan memberi kekuatan pada kita. Terpujilah Tuhan. A M I N
           







2 komentar:

  1. Melkiur masikome30 April 2013 02.25

    Terima kasih, pak Pendeta. Khotbahnya sangat membantu dan menolong kami dalam memahami arti kematian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama saudaraku..Tuhan menghibur kita selalu..

      Hapus