Senin, 16 Juni 2014
bendrio sibarani: Renungan Kristen
bendrio sibarani: Renungan Kristen: DAPATKAN KHOTBAH-KHOTBAH INI DENGAN CARA MENGHUBUNGI KAMI DI ALAMAT: sibaranipdt,bendrio@yahoo.co.id ...
bendrio sibarani: Renungan Kristen
bendrio sibarani: Renungan Kristen: DAPATKAN KHOTBAH-KHOTBAH INI DENGAN CARA MENGHUBUNGI KAMI DI ALAMAT: sibaranipdt,bendrio@yahoo.co.id ...
Selasa, 15 April 2014
bendrio sibarani: Perjamuan Kudus Kematian Yesus
bendrio sibarani: Perjamuan Kudus Kematian Yesus: Bacaan Alkitab: Matius 22: 1- 14 Perjamuan Bersama Tuhan Sidang Jemaat yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Perayaan S...
Perjamuan Kudus Kematian Yesus
Bacaan
Alkitab: Matius 22: 1- 14
Perjamuan
Bersama Tuhan
Sidang Jemaat yang Dikasihi Tuhan
Yesus Kristus,
Perayaan Sakramen Perjamuan Kudus
memang bukan lagi perayaan yang baru bagi kita sekalian. dalam setahun kita
melakukan perayaan sakramen ini sebanyak 3 kali sesuai dengan tradisi yang
berlaku di dalam gereja kita. Sakramen Perjamuan kudus sendiri merupakan salah
satu perintah Tuhan Yesus untuk dilakukan dengan tujuan agar kita senantiasa
mengingat Kasih Kristus kepada kita. Perjamuan kudus sendiri merupakan perayaan
sukacita, di mana lewat pengorbanan Kristus, yang adalah Anak Domba Allah itu
kita diselamatkan dari kuasa dosa. Selanjutnya, Perjamuan kudus juga harus
dipahami sebagai anugerah Tuhan bagi kita. Sehingga, sebenarnya, yang mengundang
kita mengikuti Perjamuan kudus ini ialah Tuhan Yesus sendiri. Itu berarti,
perlu ditegaskan bahwa kita hadir di sini semata-mata adalah untuk merespon
panggilan Tuhan dalam rangka menerima kasih karunia-Nya. Sehingga adalah sangat
disayangkan jika hari ini, masih ada dari antara kita yang enggan memenuhi
undangan Tuhan ini.
Saudara-saudara, Sidang Jemaat Yang
Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
“Perjamuan”, merupakan tradisi yang
sangat melekat dalam kebudayaan Yahudi, bahkan jauh sebelum mereka, yakni umat
Israel, acara perjamuan telah menjadi tradisi yang melekat dalam budaya mereka.
Biasanya, acara perjamuan dilakukan dalam rangka merayakan hari-hari penting,
baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam kehidupan umat/bangsa. Acara ini,
pada dasarnya dilakukan sebagai pengenangan sekaligus acara syukur kepada
Tuhan, yang telah menyatakan kasih-Nya baik dalam kehidupan keluarga maupun
kehidupan umat. Demikain juga tentang perjamuan Paskah yang dilaksanakan Tuhan
Yesus dan murid-murid-Nya, semula Perjamuan seperti ini dimaksudkan untuk
merespon dan mengingat karya kasih Allah yang telah membebaskan Umat-nya dari
perbudakan di Mesir. Akan tetapi, berbeda dengan apa yang dilakukan murid-murid
bersama Tuhan Yesus menjelang kematian-Nya. Jika dalam acara perjamuan paskah
biasanya tersedia domba yang hendak disembelih, maka dalam perjamuan Tuhan
Yesus dengan murid-murid-Nya, anak domba itu tidak tersedia, sebab Tuhan Yesus
sendirilah Anak domba Paskah itu, yang dikorbankan menjadi penebusan umat-Nya.
Dalam pengajaran-Nya, Tuhan Yesus
ternyata melihat Perjamuan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kerajaan
Allah. Hal itu terlihat dari perumpamaan yang pernah disampaikannya. Menurut
Tuhan Yesus, Kerajaan Allah itu, seumpama seorang Raja yang mengadakan
Perjamuan kawin anak-Nya (ay 2). Hamba-hambanya diperintahkannya untuk
memanggil orang-orang yang telah diundang, tetapi mereka tidak mau datang
dengan berbagai alasan. Melihat hal ini, raja itupun menyuruh hamba-hamba yang
lain sambil menginformasikan bahwa segala sesuatu tersedia bagi mereka. Anehnya
adalah orang-orang itu malah sibuk dengan urusannya masing-masing dan tragisnya
lagi malah ada hamba-hamba itu yang disiksa dan dibunuh. Akibatnya, Raja itupun
berang, dan menyuruh hamba-hamba itu mengumpulkan semua orang yang dijumpainya
di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah
ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika Raja itu memasuki ruang pesta
itu di situ didapatinyalah tamu-tamu yang tidak layak dan yang tidak berpakaian
pesta, dan dicampakkanlah ke dalam kegelapan.
Saudara-saudara,
Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Kita Tidak sulit memahami
perumpamaan Tuhan Yesus ini. Perumpamaan ini sangat memiliki makna yang dalam
dan sangat penting bagi kita sekalian umat yang percaya kepada-Nya. Sekalipun
perumpamaan ini semula ditujukan kepada umat Israel yang menolak Tuhan, namun
perumpamaan ini juga menjadi perenungan penting bagi kita sekalian. Tuhan Yesus
telah mengundang kita untuk perjamuan ini, pertanyaannya adalah apakah semua kita
memenuhi undangan-Nya ini? Berikut adalah apakah kita benar-benar layak berada
di perjamuan kudus ini?
Perjamuan
kudus seperti ini, dalam hidup umat Kristen harus juga dipahami sebagai
gambaran bagaimana hari penghakiman atau hari terakhir itu terjadi. Oleh kasih
dan kemurahan Allah, Dia telah mengundang kita dengan penuh kelembutan untuk
menerima kasih karunia-Nya. Lewat perjamuan kudus seperti saat ini, kasih
karunia Tuhan tersebut juga dinyatakan. Roti yang kita makan dan anggur yang
kita minum menjadi symbol tubuh dan darahnya yang hancur dan tercurah bagi kita
demi keselamatan kita. Di saat kita memakan roti dan minum anggur, ini menjadi
symbol bagi kita bahwa kita menerima Tuhan Yesus dalam hidup kita. Tubuh dan
Darah Tuhan Yesus hidup di dalam kita. Sehingga hidup kita ini, bukan lagi kita
yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam kita. Dengan demikian, jika
Kristus yang hidup di dalam kita maka seharusnya hidup kita sesungguhnya adalah
hidup yang mengasihi, hidup yang taat kepada Tuhan Allah. Maka melalui
Perjamuan kudus ini, kita sekalian diingatkan untuk senantiasa menyadari hidup
kita yang adalah bukan hidup kita lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam
kita. banyak yang terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih. Kenapa demikian?
Jawabannya adalah karena ternyata yang terpanggil tersebut ada yang tidak
layak, seperti mereka yang tidak berpakaian pesta di perjamuan tersebut. Yakni
mereka yang hidupnya tidak berkenan kepada Tuhan. Perjamuan Kudus adalah
perjamuan bersama Tuhan, yang adalah Raja di atas segala Raja, karena itu wajib
hukumnya di perjamuan tersebut setiap undangan yang menghadirinya berpakaian
kebenaran dan kekudusan, sebab Allah di dalam Yesus Kristus telah membenarkan
dan menguduskan mereka.
Selamat menikmati Perjamuan Tuhan,
Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.
Selasa, 18 Maret 2014
bendrio sibarani: bendrio sibarani: bendrio sibarani: khotbah penghi...
bendrio sibarani: bendrio sibarani: bendrio sibarani: khotbah penghi...: bendrio sibarani: bendrio sibarani: khotbah penghiburan kristen : bendrio sibarani: khotbah penghiburan kristen : untuk memperoleh khotbah i...
bendrio sibarani: bendrio sibarani: Khotbah Pemuda
bendrio sibarani: bendrio sibarani: Khotbah Pemuda: bendrio sibarani: Penelaan Alkitab Sederhana Untuk Remaja : Bacaan Alkitab: Efesus 5: 1-21 Anak-anak Terang Pengantar “ G...
bendrio sibarani: khotbah Pemuda
bendrio sibarani: khotbah Pemuda: Bacaan Alkitab 1 Tim 4: 12 Siapa Bilang Muda itu Rendahan? Pengantar “Tahu apa kamu, masih anak kemarin”?, “Kau ...
khotbah Pemuda
Bacaan Alkitab 1
Tim 4: 12
Siapa Bilang
Muda itu Rendahan?
Pengantar
“Tahu apa kamu, masih anak
kemarin”?, “Kau masih muda, belum tahu apa-apa”, …ungkapan seperti ini, mungkin
sering kita dengar dan diperuntukkan kepada kita. Memang harus diakui bahwa ada
hal-hal atau persoalan-persoalan hidup yang belum pantas untuk diketahui oleh
anak-anak muda, tetapi bukan berarti anak muda menjadi tidak mengetahui apa-apa
tentang banyak hal dalam kehidupan ini. Terutama di zaman sekarang, ketika ilmu
pengetahuan dan teknologi semakin canggih. Sebagian besar tradisi kita, lebih
menomor satukan orang-orang tua dari pada anak muda. Malah tidak jarang,
anak-anak yang relatif usianya masih muda tidak dilibatkan dalam berbagai hal
dalam pengambilan keputusan. Anak-anak muda dianggap belum tahu apa-apa karena
pengalaman mereka belum banyak. Sedihnya adalah, anggapan seperti ini juga
sering terjadi di dalam persekutuan berjemaat. Anak muda yang seharusnya
dipersiapkan menjadi generasi penerus gereja malah kurang dilibatkan dalam
berbagai bentuk kegiatan terutama dalam pengambilan keputusan. Tradisi seperti
ini menjadi pergumulan kita dalam bergereja.
Penghayatan
Teks
Rasul Paulus menuliskan surat ini
kepada Timotius dalam rangka pemeliharaan dan penataan Jemaat Tuhan yang sedang
dilayani oleh Timotius yang masih muda. Ternyata dalam pelayanannya, Timotius
menghadapi sebuah tantangan yang datang dari dalam dirinya, yakni bahwa dia
terkesan tidak percaya diri untuk memimpin Jemaat Tuhan karena usianya yang
masih muda. Mengingat hal ini, Rasul Paulus menasihati Timotius supaya jangan
sampai ia menganggap dirinya rendah karena ia masih muda. Memang seperti yang
dikatakan tadi di atas, usia muda seringkali menjadi tantangan bagi kita
khususnya yang masih berusia muda, bahwa ketika kita dipercayakan untuk
memimpin, atau bertanggungjawab atas suatu hal, kita merasa rendah diri, yang
berakibat hilangnya kepercayaan diri yang akhirnya kita menolak atau bahkan
gagal melakukan sesuatu itu. Paulus dengan tegas mengingatkan Timotius agar factor
umur tidak menjadikan dia hilang percaya diri atau menganggap diri rendah.
Dengan catatan, Timotius dinasihati supaya ia menjadi teladan orang percaya,
dalam perkataanmu, dalam tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan dan dalam
kesucian. Dengan modal seperti ini, maka menurut Rasul Paulus, Timotius pasti
mampu menjadi pemimpin jemaat dan menjadi teladan bagi jemaat. Yang artinya,
jika yang muda tidak mau dianggap dan diperlakukan rendah, dia harus mampu
menunjukkan pola hidup kristiani dan menjadi teladan bagi orang-orang lain. Itu
berarti yang muda tidak boleh menganggap dirinya rendah, di manapun dan
kapanpun, dengan catatan bahwa ia harus mampu menjadi teladan.
Bahan
diskusi
1.
Menurut
saudara, kenapa anak yang masih muda sering tidak diperhitungkan ?
2.
Kenapa
anak-anak muda sering menganggap dirinya rendah? Jelaskan
3.
Bolehkah
anak-anak muda menjadi teladan? Jelaskan!
4.
Apa
saja yang harus dilakukan supaya kita menjadi teladan bagi orang percaya dalam;
-
Perkataan,
-
Tingkah
laku,
-
Dalam
kasih,
-
Dalam
kesetiaan
-
Dan
dalam kesucian.? Uraikan !
Senin, 17 Maret 2014
bendrio sibarani: Khotbah Pemuda
bendrio sibarani: Penelaan Alkitab Sederhana Untuk Remaja: Bacaan Alkitab: Efesus 5: 1-21 Anak-anak Terang Pengantar “ Gelap dan Terang” adalah dua suasana/keadaan yang jelas ...
bendrio sibarani: bendrio sibarani: khotbah penghiburan kristen
bendrio sibarani: bendrio sibarani: khotbah penghiburan kristen: bendrio sibarani: khotbah penghiburan kristen : untuk memperoleh khotbah ini silahkan menghubungi sibaranipdt.bendrio@yahoo.co.id, sesuai de...
Khotbah Pemuda
Bacaan Alkitab:
Efesus 5: 1-21
Anak-anak Terang
Pengantar
“Gelap dan Terang” adalah dua
suasana/keadaan yang jelas berbeda, bahkan keduanya tidak akan pernah bisa
bersatu. Dalam pengajaran/Iman Kristen, “gelap” biasanya melambangkan kondisi
hidup dalam kejahatan atau kondisi hidup yang tidak berpengharapan dan tidak
patuh kepada Tuhan atau juga dapat diartikan sebagai dunia kejahilan, zaman
pemberontakan kepada Tuhan Allah. Sebaliknya, “Terang” melambangkan zaman dan
kondisi hidup yang penuh dengan keterbukaan, kehendak Tuhan diberlakukan, hidup
sesuai dengan hukum Tuhan. Dengan demikian jelas bahwa antara gelap dan terang
selalu saja ada pertarungan untuk saling menguasai. Jika gelap yang berkuasa,
maka kejahatan akan merajalela, kehendak iblislah yang berlaku, tetapi
sebaliknya, jika terang yang berkuasa, maka kehendak Tuhanlah yang berlaku,
dalam hal ini kehidupan manusia akan menjadi cerah dan manusia akan berjalan
dalam kepastian, sebab perjalanan hidup tersebut terang. Berbanding terbalik
dengan orang yang berjalan di dalam kegelapan, akan kebingungan melangkah
kearah mana ia harus melangkahkan hidupnya.
Pendalaman
Teks
Rasul Paulus mengirimkan surat ke
Jemaat Tuhan di Efesus bertujuan untuk menggembalakan jemaat Tuhan sehingga
mereka senantiasa hidup setia kepada ajaran Kristus. Perikop Alkitab saat ini
berisi nasihat Rasul Paulus supaya jemaat Tuhan di Efesus hidup sebagai
anak-anak terang dan memiliki ciri khas dengan orang-orang lain yang hidupnya
tidak berdasarkan ajaran Kristus. Rasul Paulus mengingatkan Jemaat Tuhan di
Efesus, bahwa memang dahulu mereka adalah kegelapan, tetapi sekarang tidak
lagi, karena itu hiduplah sebagai anak-anak terang. Dengan kata lain Paulus
mengingatkan mereka agar mereka tidak lagi mengulangi pola hidup mereka di masa
silam, yakni hidup dalam kegelapan. Alasan utama Paulus menyampaikan nasehat
ini adalah bahwa semua prilaku hidup kegelapan tidak akan pernah mendapat
bagian dan tempat dalam kerajaan Kristus. Untuk itu, jemaat Tuhan tidak boleh
terlibat atau turut ambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak
berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya perbuatan-perbuatan tersebut harusnya
ditelanjangi sehingga terang yang akan berkuasa, di mana Kristus bercahaya atas
hidup orang percaya kepada-Nya. Karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan
keadilan dan kebenaran.
Untuk
didiskusikan
1.
Menurut saudara, kenapa Rasul Paulus mengatakan
bahwa jemaat di Efesus dahulu adalah kegelapan?
2.
Apa saja yang harus kita lakukan supaya kita menjadi
anak-anak terang?
3.
sebutkan perbedaan anak-anak kegelapan dengan
anak-anak terang (sebanyak-banyaknya)!
4.
Apa sikap saudara terhadap orang-orang di sekitar
anda yang menurut anda hidup dalam kegelapan?
5.
Buatlah komitmen bersama bahwa saudara akan hidup
sebagai anak-anak terang (dalam bentuk kalimat)!
bendrio sibarani: khotbah penghiburan kristen
bendrio sibarani: khotbah penghiburan kristen: untuk memperoleh khotbah ini silahkan menghubungi sibaranipdt.bendrio@yahoo.co.id, sesuai dengan ker...
Rabu, 12 Maret 2014
Langganan:
Postingan (Atom)



