Kamis, 11 April 2013
bendrio sibarani: khotbah pengharapan
bendrio sibarani: khotbah pengharapan: Bacaan Alkitab: Yesaya 26: 12 Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, En...
khotbah Kristen 1
Bacaan Alkitab: Yesaya 26: 12
Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan
damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah
yang melakukannya bagi kami.
“Berharap Penuh Pada Tuhan”
Keluarga dan
saudara-saudara Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Dalam
perjalanan sejarah hidup manusia, ada tiga ruang waktu yang mewarnai langkah
hidup tersebut, yakni masa lalu, masa kini dan masa nanti/masa yang akan
datang. Tiga ruang waktu tersebut menjadi bagian waktu yang dilalui oleh setiap
orang tanpa terkecuali. Demikian juga halnya dengan kehidupan umat Tuhan, kita
wajib melalui tiga ruang waktu tersebut, dan Tuhan sendiri ada di tiga ruang
waktu itu (Ibrani 13:8) yang senantiasa menyertai langkah perjalanan hidup
umatNya. Kita harus mengaminkan, bahwa di ruang waktu, “masa lalu” kita telah
lewati dengan penyertaan Tuhan, sehingga kita dapat tiba di ruang waktu ”masa
kini” di mana kita kemudian bisa melakukan berbagai hal dan menyusun rencana
hidup untuk hari depan. Merenungkan seluruh perjalanan hidup yang telah kita
lewati, adalah wajib bagi setiap orang juga bagi keluarga terkasih di sini
untuk bersyukur kepada Tuhan, sebab Hanya karena pertolonganNyalah sehingga
keluarga masih diperkenankan merasakan sukacita sembari menyusun rencana yang
indah yang tentunya penuh dengan berkat Tuhan.
Sebagai manusia biasa, kita tidak
memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengetahui akan apa yang akan kita hadapi
di waktu yang akan datang ini. Hari esok adalah misteri bagi setiap makhluk di
kolong langit ini, akan tetapi sebagai umat Tuhan, dalam keyakinan dan
pengharapan, masa yang akan datang adalah masa di mana Tahun mengaruniakan
damai sejahtera kepada kita. Inilah pengharapan kita sebagai umat yang percaya
kepadaNya. Dalam Ibrani 6:19 dijelaskan bahwa: “Pengharapan itu adalah sauh
yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang
tabir..” Dan Paulus sendiri menegaskan dalam Roma 8:24 “Sebab kita diselamatkan
dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi;
sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” Ini hendak
menegaskan kepada kita bahwa syarat mutlak menyambut masa depan dan mewujudkan
rencana hidup ialah hidup dalam pengharapan.
Keluarga,
saudara-saudara Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Bacaan
Alkitab yang menjadi renungan kita saat ini merupakan sebuah penggalan doa
pengharapan Nabi Yesaya sekaligus merupakan pengakuan bahwasanya Tuhan Allah
sendirilah yang berkuasa atas segala sesuatu yang kita kerjakan dalam kehidupan
ini.
Bagi
kita, istilah/kata “Damai sejahtera”, atau “Syalom” bukan lagi kata atau
istilah yang asing. Kita sudah sering mendengar dan bahkan mengucapkan kata
ini, sayangnya tidak sedikit orang yang sering mendengar dan mengucapkan kata
damai sejahtera atau syalom yang mengerti dengan benar arti dan hakekatnya
dengan benar. Damai sejahtera sesungguhnya hanyalah berasal dari Tuhan Allah, yang
menunjuk pada suasana hidup di mana kebenaran Allah ditegakkan dengan
sungguh-sungguh oleh umatNya. Damai sejahtera juga dapat dipahami sebagai
suasana hidup di mana umat Allah mengalami keselamatan dan menikmati kehidupan
yang penuh dengan sukacita, damai, dan jauh dari segala macam duka cita hidup.
Suasana seperti inilah yang diharapkan nabi Yesaya melalui doanya kepada Allah.
Menyimak
dengan seksama ayat Alkitab yang menjadi pembacaan kita saat ini, kita perlu
merenungkan, bahwa jikalau kita mengharapkan damai sejahtera, maka berharaplah
kepada Allah, sambil mengerjakan rencana hidup yang telah kita susun hari ini
dengan mengandalkan kuasa dan kekuatan Tuhan senantiasa. Jadi meskipun hari
esok misteri bagi kita, tetapi kita harus bersyukur kepada Tuhan, bahwasanya
dengan beriman kepadaNya, segala sesuatu menjadi mungkin dan pasti bagi kita.
Demikian juga bagi keluarga di tempat ini. Yakin, percaya dan berharaplah
senantiasa kepada Tuhan Allah, maka tidak ada yang mustahil bagimu, rencanamu
akan menjadi rencanaNya yang rencana dan Rancangan Damai Sejahtera.
Dimuliakanlah Tuhan Yang akan menyediakan Damai Sejahtera bagi kita sekalian.
AMIN
bendrio sibarani: khotbah Paskah
bendrio sibarani: khotbah Paskah: Bacaan Alkitab: Yohanes 21: 15-19 Saudara-saudara Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Sekilas ketika membaca tanya-jawa...
khotbah Paskah
Bacaan
Alkitab: Yohanes 21: 15-19
Saudara-saudara
Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Sekilas ketika
membaca tanya-jawab antara Tuhan Yesus dengan Simon Petrus dalam bacaan Alkitab
saat ini, seakan memunculkan pertanyaan bagi kita, kenapa Tuhan Yesus sampai
tiga kali bertanya kepada Simon Petrus dalam pertanyaan yang sama, kendatipun
Petrus sendiri sudah mengutarakan jawabannya dengan jelas. Kemudian pada
pertanyaan yang ketiga kalinya Petruspun merasa sedih dan kembali memberi
jawabannya bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu dan mengetahui bahwa Petrus
mengasihiNya. Kemudian sesudah Petrus memberi jawaban, Tuhan Yesus pun selalu
menyambungnya dengan satu perintah:”Gembalakanlah domba-dombaKu..”
Petrus, merupakan salah
seorang dari Murid Tuhan Yesus yang sering terlibat dengan berbagai kisah yang
unik terlebih lewat sikapnya, mulai dari pemanggilannya, kita dia menyususl
Yesus berjalan diatas air, dia pula yang mengaku bahwa Yesus adalah Mesias, dia
juga menyangkal Tuhan Yesus, dan dia juga yang tidak percaya pada berita yang
disampaikan para perempuan tentang kebangkitan Yesus, sehingga dia cepat-cepat
lari ke kubur membuktikannya..dan kisah lainnya. Dengan kata lain dapat
dikatakan bahwa sebenarnya Tuhan Yesus telah mengetahui segala sesuatu tentang
Petrus sebagaimana yang diakui oleh Petrus sendiri. Dengan demikian, kita dapat
menarik kesimpulan awal bahwa tanya-jawab ini sebenarnya bertujuan supaya
Petrus bertanggungjawab untuk menggembalakan domba-domba Allah, tetapi dengan
satu syarat penting yaitu bahwa Petrus harus mendasarinya dengan Kasih kepada
Tuhan.
Saudara-saudara Yang
Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Petrus dalam perjalanan sejarah gereja selanjutnya
memegang peranan penting, dialah yang kemudian bertanggung jawab memimpin
pelayanan bagi orang-orang percaya hingga ajalnya tiba ketika dia harus
disalibkan terbalik di kota kota Roma untuk mempertahankan imannya kepada Tuhan
Yesus. Kendatipun Petrus telah mati martir sekitar tahun 63- 64 M di Roma pada
masa pemerintahan kaisar Nero, namun kisah percakapan Tuhan Yesus dengannya
tetap menjadi bahan perenungan yang tak pernah usang oleh waktu dan kondisi
dalam kehidupan setiap pengikut Kristus termasuk kita sekalian di sini dan
kini. Apa yang harus kita renungkan?
Saudara-saudara yang
dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Peristiwa Paskah
telah menjadi jaminan bagi kita semua bahwasanya Tuhan Yesus telah memberikan
keselamatan bagi kita, dikuduskan bagiNya, sehingga kita layak menghampiri
hadiratNya, dipanggilnya dan kemudian diutusnya menjadi saksiNya, menjadi
gembala, baik bagi diri sendiri dan juga sesama kita. Sehingga pertanyaan Tuhan
yesus kepada Petrus dalam bacaan Alkitab saat ini menjadi pertanyaan yang harus
dijawab oleh kita sebagai murid-muridNya..,dan perintah Tuhan Yesus itu juga
menjadi perintah bagi kita sekalian…Gembalakanlah domba-dombaKu…!,
Mungkin akan muncul
pertanyaan, bagaimana saya harus menggembalakan domba-domba Allah, sedangkan
saya hanya orang biasa, Cuma seorang mahasiswa? Yang jelas, apa yang
saudara-saudara lakukan dan berikan kepada orang-orang yang membutuhkan,
saudara telah menjadi gembala ketika saudara melakukannya dalam rangka
mengasihi Tuhan Yesus..(mat. 25 : 35-40).
Saudara-saudara Yang
Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Kemudian perlu ditegaskan kepada kita, bahwa mengasihi
Tuhan adalah hukum yang terutama, oleh karena itu adalah sangat beralasan
kenapa Tuhan Yesus menegaskan hal ini kepada Petrus dengan cara
mengulang-ulangiNya, kendatipun Tuhan Yesus sendiri mengetahui segala sesuatu
dalam diri Petrus. Demikian juga dengan kita sekalian. Jika hari ini kita semua
boleh bersama memuliakan Tuhan di sini, di tempat yang terisolir ini, semua ini
hendaknya membuktikan bahwa kita benar mengasihi Tuhan Yesus dan mau
menggembalakan domba-dombaNya dengan memberi diri kita, dengan memberi apa yang
ada pada kita dalam wujud mengasihi Tuhan Yesus. Saya percaya bahwa sekecil
apapun yang boleh kita lakukan demi kemuliaan Tuhan, itu adalah persembahan
yang berbau haru di hadapan Tuhan. ingat, saudara-saudara, tugas kita sebagai
pengikut Kristus bukanlah semata-mata datang kepada Tuhan, tetapi harus pergi
untuk Dia, pergi memberitakan kabar baik, pergi membawa sukacita demi kemuliaan
namaNya..percaya dan yakinlah saudara-saudara bahwa segala-sesuatu yang kita
lakukan demi kemuliaan Tuhan tidak akan pernah menjadi kesia-siaan. Tuhan
niscaya memberikan apa yang kita butuhkan tatkala kita terlebih dahulu mencari
kerajaanNya.. Terpujilah Tuhan. AMIN
Selasa, 29 Januari 2013
bendrio sibarani: khotbah
bendrio sibarani: khotbah: Bacaan Alkitab: 2 Petrus 1: 3-10 Proses Dalam Memenuhi Panggilan dan Pilihan Sebagai Pelayan Kristus Saudara-saudara, Mahasiswa Ya...
khotbah
Bacaan Alkitab:
2 Petrus 1: 3-10
Proses Dalam Memenuhi Panggilan dan Pilihan
Sebagai Pelayan Kristus
Saudara-saudara,
Mahasiswa Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Di zaman modern seperti yang kita
sedang jalani saat ini, gaya hidup sangat mengalami pergeseran yang amat cepat
dari satu generasi ke generasi berikutnya. Gaya hidup tersebut hampir
mempengaruhi kehidupan orang-orang secara menyeluruh. Apakah itu pola
konsumerisme (makan), atau pola berdandan atau berpakaian, gaya hidup untuk
meraih sukses, termasuk dalam pola/gaya belajar bahkan juga dalam hal beriman.
Tak dapat dipungkiri bahwa orang-orang tersebut menginginkan segala sesuatu
dalam kehidupan ini tercapai dengan serba instan atau tercapai dengan praktis
tanpa berlama-lama, atau berlelah-lelah melalui proses demi proses. Setiap
generasi dengan generasi sebelum dan sesudahnya selalu saja terdapat perbedaan dalam
hal gaya atau pola hidup. Persoalannya adalah, bahwa seringkali pola atau gaya
hidup pada generasi muda membingungkan pendahulunya karena tidak sesuai dengan
yang mereka harapkan terjadi pada generasi setelah mereka. Di sisi yang lain,
generasi muda juga seringkali bingung dalam menentukan pola hidup mereka karena
pendahulu mereka tidak memberikan contoh gaya hidup yang tepat sesuai dengan
kerinduan mereka. Di sinilah letak persoalan antara senior dan junior sehingga
lahir kebingungan di antara angkatan dalam sebuah kelompok komunitas.
Pertanyaannya adalah apa yang mengakibatkan hal seperti ini terjadi?
Saudara-saudara,
Memang zaman terus berubah, tetapi
sebagai orang percaya, orang yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan, kita perlu
bertanya, apakah benar zaman yang terus menerus berubah itu harus mengubah
hidup kita dari identitas kita sebagai orang percaya?
Firman
Tuhan saat ini perlu mendapat perhatian dari kita sebagai orang percaya dalam
mencapai apa yang kita perjuangkan sebagai orang yang mengaku diri dipanggil
dan dipilih Tuhan untuk menjadi saksi-saksiNya memberitakan Syalom kerajaanNya
kepada dunia ini. dengan tegas dikatakan bahwa kuasa Illahi-Nya telah
menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh
oleh pengenalan kita akan Dia. Namun perlu diketahui bahwa hidup saleh bukanlah
tujuan akhir dari perjuangan kita sebagai orang beriman. Akan tetapi kepada
iman tersebut harus ditambahkan
kebajikan (beramal, dermawan, bermurah hati, memberkati dengan cara berbagi,
dll). Kepada kebajikan itu juga harus ditambahkan pengetahuan. Dalam Alkitab
pengetahuan bukanlah sekadar pemahaman intelektual. Pengetahuan mencakup emosi
dan hubungan-hubungan personal. Israel mempunyai pengetahuan tentang Allah atau
pengenalan akan Allah, yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain.
Berbicara tentang pengetahuan sesuai PB, akan cukup
menarik kalau kita berhadapan dengan orang-orang yg secara formal percaya bahwa
Tuhan ada, kendati mereka tidak peduli pada tuntutan-tuntutan-Nya. Semua orang
wajib menanggapi penyataan dalam Kristus yg memungkinkan pengetahuan yang
lengkap tentang Allah, yang tidak hanya merupakan pengertian intelektual tapi
juga merupakan ketaatan kepada maksud Allah yang telah dinyatakan, penerimaan
kasih-Nya yang telah dinyatakan dan persekutuan dengan Allah sendiri.
Selanjutnya kepada pengetahuan tersebut harus ditambahkan penguasaan diri.
Jujur harus diakui bahwa tanpa penguasaan diri, pengetahuan terlebih
pengetahuan inteletual bisa membuat seseorang lupa diri dan akhirnya lupa Tuhannya,
itulah sebabnya penguasaan diri itu penting dalam hubungannya dengan
pengetahuan. Kepada penguasaan diri harus ditambahkan ketekunan, ketekunan
dalam hal ini dapat dipahami sebagai sikap yang penuh perhatian dan keuletan
dalam hal apa yang dilakukan seseorang. Kemudian menambahkan kesalehan dan
kepada kesalehan ditambahkan lagi kasih akan saudara-saudara, kemudian kasih
akan semua orang. Jika kita menarik kesimpulan awal, maka supaya panggilan dan
pilihan kita makin teguh iman harus diaplikasikan lewat kasih kepada semua
orang. Dan untuk mengasihi, kita ternyata perlu dan harus melengkapi diri
dengan berbagai hal yang merupakan proses hidup yang harus dijalani dan
ditempuh. Dalam arti tidak ada sesuatu yang instan bagi seorang yang beriman
dalam mencapai tujuan akhir dalam perjalanan hidupnya.
Saudara-saudara
Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Firman Tuhan saat ini, kembali
mengingatkan kita, khususnya yang adalah kaum intelektual, para teolog yang
sedang dibentuk Tuhan di lembaga ini, bahwa bagi kita sekalian hidup serba
instan terlebih dalam memenuhi panggilan Tuhan tidaklah berlaku. Untuk memenuhi
panggilan dan pilihan Tuhan belumlah final jika hanya pada titik beriman.
Tetapi kepada iman yang kita miliki harus
ditambahkan kebajikan, kemudian ditambahkan lagi pengetahuan, kemudian kepada
pengetahuan ditambahkan lagi penguasaan diri, kepada penguasaan diri
ditambahkan lagi ketekunan dan kesalehan kemudian kasih akan saudara-saudara
dan kasih akan semua orang. Dengan demikian, menjadi orang yang dipanggil dan
dipilih Tuhan, apa yang diuraikan Petrus dalam suratnya ini menjadi hal yang
mutlak dijalani, dialami dan dimiliki oleh kita sekalian. Mulai dari iman,
kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, kesalehan, dan kasih merupakan satu
kesatuan yang tak terpisahkan dalam proses meneguhkan panggilan dan pilihan
setiap orang percaya, termasuk kita sekalian saat ini. untuk itu dari kita
sekalian dituntut usaha yang sungguh-sungguh, sehingga panggilan dan pilihan
kita semakin diteguhkan. Ingat saudara-saudara, jika melakukannya, maka kita
tidak akan pernah tersandung, itu jaminan bagi kita sekalian melalui Firman
Tuhan saat ini.
Perjuangan
kita memang tidak mudah, sebab tidak ada perjuangan yang berhasil jika tak
disertai dengan pengorbanan. Dan` tidak ada pengorbanan yang sia-sia dalam
hidup seseorang dalam perjuangannya untuk mewujudkan setiap impiannya jika
berkorban di dalam Tuhannya. untuk itu, saatnya bagi kita sekalian merenungkan
kembali hakikat keterpanggilan kita untuk diproses di lembaga ini. Masihkah terbesit dibenak kita untuk menempuh
cara instan dalam perjuangan kita untuk tiba pada tujuan dan cita-cita dalam
hidup kita? Terpujilah Kristus. Amin.
Kamis, 17 Januari 2013
Minggu, 30 Desember 2012
new games: Download Film Perang Jarusallem "Kingdom Of Heaven...
new games: Download Film Perang Jarusallem "Kingdom Of Heaven...: Film "KINGDOM OF HEAVEN" merupakah kisah kepahlawanan abad ke 12 di Eropa, seorang pria biasa, Balian of Ibelin (Orlando Bloom) terlibat da...
Sabtu, 29 Desember 2012
bendrio sibarani: renungan Malam Akhir Tahun Keluarga
bendrio sibarani: renungan Malam Akhir Tahun Keluarga: Bacaan Alkitab: Wahyu 22: 1- 5 Hidup Baru Yang Dibaharui Ditahun Yang Baru Keluarga dan Kita sekalian Yang Dikasihi dan Diberkati...
renungan Malam Akhir Tahun Keluarga
Bacaan Alkitab:
Wahyu 22: 1- 5
Hidup Baru Yang
Dibaharui Ditahun Yang Baru
Keluarga dan Kita sekalian Yang Dikasihi
dan Diberkati Tuhan Yesus Kristus,
Dalam perjalanan sejarah hidup
manusia, ada tiga ruang waktu yang mewarnai langkah hidup tersebut, yakni masa
lalu, masa kini dan masa nanti. Tiga ruang waktu tersebut wajib untuk dilalui
dan tidak mungkin bisa dilewati salah satu dari bagian waktu tersebut.
Kehidupan umat Tuhanpun demikian halnya. Kita wajib melalui tiga ruang waktu
tersebut, dan Tuhan sendiri ada di tiga ruang waktu tersebut (Ibrani 13:8) yang
senantiasa menyertai langkah perjalanan hidup umatNya. Kita harus mengaminkan,
bahwa di ruang waktu, “masa lalu” kita telah lewati dengan penyertaan Tuhan,
sehingga kita dapat tiba di ruang waktu “”masa kini” atau di penghujung tahun
ini. Kemudian dalam pengharapan, kita sedang dan akan menyambut serta memasuki
satu ruang waktu lagi, yakni “masa nanti” atau tahun yang baru yang kita
percaya adalah Tahun Rahmat Tuhan, Tahun yang penuh Berkat dan Damai sejahtera.
Merenungkan seluruh perjalanan hidup yang telah kita lewati, adalah wajib bagi
kita sekalian dalam keluarga ini untuk bersyukur kepada Tuhan, sebab Hanya
karena pertolonganNyalah kita masih diperkenankan mengakhiri tahun ini dalam
suasana sukacita dan diberkati oleh Dia. Kita akan menyambut serta memasuki
tahun yang baru, sebagai manusia biasa, kita tidak memiliki kekuatan dan
kemampuan untuk mengetahui akan apa yang akan kita hadapi di waktu yang akan
datang ini. Hari esok adalah misteri bagi setiap makhluk di kolong langit ini,
akan tetapi sebagai umat Tuhan, dalam keyakinan dan pengharapan, Tahun baru
yang akan kita masuki tentulah tahun yang penuh Rahmat bagi kita. Itulah pengharapan
kita. Dalam Ibrani 6:19 dijelaskan bahwa: “Pengharapan itu adalah sauh yang
kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir..”
Dan Paulus sendiri menegaskan dalam Roma 8:24 “Sebab kita diselamatkan dalam
pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana
orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” Ini hendak menegaskan kepada
kita bahwa syarat mutlak menyambut dan memasuki tahun baru bagi setiap orang
percaya termasuk kita dalam keluarga ini ialah hidup dalam pengharapan.
Kita Keluarga Yang Dikasihi Tuhan Yesus
Kristus,
Kitab Wahyu yang
menjadi renungan kita saat ini, sebenarnya adalah kitab “masa depan”, atau yang
biasa disebut “kitab yang tersembunyi” (apokalipsy), mengandung janji Tuhan
yang sangat indah bagi setiap orang percaya dalam memasuki masa depannya.
Yohanes yang menerima Wahyu mengaku bahwa Tuhan menunjukkan kepadanya sungai
air kehidupan yang jernih bagaikan Kristal dan mengalir keluar dari Takhta
Allah dan Takhta Anak Domba itu. Terdapat pula pohon-pohon kehidupan yang
berbuah tiap bulan, yang daunnya dipakai menyembuhkan bangsa-bangsa. Dalam
kehidupan masa depan tersebut juga dilukiskan suasana hidup yang amat sangat
indah, di mana malam tidak ada lagi dan tidak lagi dibutuhkan cahaya lampu dan
matahari, sebab Allah sendirilah yang menjadi penerang bagi umatNya. Dan Allah
akan memerintah sebagai Raja sampai selama-lamanya. Suasana yang dilukiskan
Rasul Yohanes ini pada dasarnya, tidaklah melulu terjadi setelah kita
meninggalkan kehidupan dunia ini, melainkan, Rasul Yohanes sendiri hendak
menguatkan hati dan iman orang-orang percaya kala itu yang dilanda kekuatiran
hidup akibat penganiayaan dan penindasan yang diterima dari kaisar Romawi yang
terkenal sadis dan biadab, yakni Kaisar Nero. Suasana Hidup umat Tuhan tersebut
mengakibatkan mereka seakan-akan pesimis dan kuatir akan hari depan. Itulah
sebabnya, kitab Wahyu juga disebut dengan Kitab yang berisikan Teologi
Ketabahan.
Keluarga Yang Dikasihi Tuhan Yesus
Kristus,
Seperti yang dikatakan tadi di atas,
bahwa sebagai manusia biasa, kita tidak mengetahui akan dan bagaimana kehidupan
kita di hari esok, di Tahun yang baru 2013. Namun syukur kepada Tuhan, kita
mempunyai pengharapan, bahwa Tahun 2013 adalah Tahun Rahmat Tuhan, sebagaimana
yang dilukiskan Yohanes dalam kitab Wahyu ini, kita patut bersyukur dan
memuliakan Tuhan sebab kepada kita keluarga, apa yang ditunjukkan Tuhan kepada
Yohanes, yakni sungai air kehidupan yang jernih bagiakan Kristal, yang
besertanya juga tumbuh pohon kehidupan, di mana kekelaman hidup tak’kan terjadi
sebab Tuhan sendiri yang menerangi hidup, juga menjadi bagian hidup kita dalam
keyakinan dan pengharapan kita kepada Tuhan yang Maha mulia. Karena itu, dari
kita dituntut kesetiaan dan ketabahan menjalani kehidupan ini dengan tetap
berpegang pada janji Tuhan serta melakukan apa yang dikehendakiNya. Sebagai
Keluarga Kristen, maka wajib bagi kita untuk terus hidup dalam pengharapan, dan
dengan tegas kita harus mencamkan bahwa, Masa lalu adalah Pembelajaran, Masa
Kini adalah Tindakan, dan Masa Depan adalah Pengharapan. Kendatipun Tuhan Tak
pernah menjanjikan hidup ini mudah, akan tetapi Ia berjanji setia menyertai
kita. Untuk mari kita hidup dalam Iman, sebab Iman membuat segala sesuatu
menjadi mungkin, kita juga harus hidup dalam Kasih, sebab Kasih membuat segala sesuatu
menjadi mudah, serta kita juga harus hidup terus dan setia dalam pengharapan,
sebab pengharapan membuat segala sesuatu berjalan dengan baik. Kiranya suangai
air kehidupan yang jernih bagaikan Kristal mengalir dalam kehidupan keluarga
kita ini, pohon kehidupan berbuah dan Tuhan Allah sendiri akan menyinari kita
dengan wajahNya, sehingga Damai sejahtera senantiasa mewarnai langkah hidup
kita. Terpujilah Kristus Tuhan. AMIN.
Langganan:
Postingan (Atom)