Kamis, 11 April 2013

bendrio sibarani: khotbah pengharapan

bendrio sibarani: khotbah pengharapan: Bacaan Alkitab: Yesaya 26: 12 Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, En...

khotbah Kristen 1


Bacaan Alkitab: Yesaya 26: 12
Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.
“Berharap Penuh Pada Tuhan”
Keluarga dan saudara-saudara Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
            Dalam perjalanan sejarah hidup manusia, ada tiga ruang waktu yang mewarnai langkah hidup tersebut, yakni masa lalu, masa kini dan masa nanti/masa yang akan datang. Tiga ruang waktu tersebut menjadi bagian waktu yang dilalui oleh setiap orang tanpa terkecuali. Demikian juga halnya dengan kehidupan umat Tuhan, kita wajib melalui tiga ruang waktu tersebut, dan Tuhan sendiri ada di tiga ruang waktu itu (Ibrani 13:8) yang senantiasa menyertai langkah perjalanan hidup umatNya. Kita harus mengaminkan, bahwa di ruang waktu, “masa lalu” kita telah lewati dengan penyertaan Tuhan, sehingga kita dapat tiba di ruang waktu ”masa kini” di mana kita kemudian bisa melakukan berbagai hal dan menyusun rencana hidup untuk hari depan. Merenungkan seluruh perjalanan hidup yang telah kita lewati, adalah wajib bagi setiap orang juga bagi keluarga terkasih di sini untuk bersyukur kepada Tuhan, sebab Hanya karena pertolonganNyalah sehingga keluarga masih diperkenankan merasakan sukacita sembari menyusun rencana yang indah yang tentunya penuh dengan berkat Tuhan.
Sebagai manusia biasa, kita tidak memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengetahui akan apa yang akan kita hadapi di waktu yang akan datang ini. Hari esok adalah misteri bagi setiap makhluk di kolong langit ini, akan tetapi sebagai umat Tuhan, dalam keyakinan dan pengharapan, masa yang akan datang adalah masa di mana Tahun mengaruniakan damai sejahtera kepada kita. Inilah pengharapan kita sebagai umat yang percaya kepadaNya. Dalam Ibrani 6:19 dijelaskan bahwa: “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir..” Dan Paulus sendiri menegaskan dalam  Roma 8:24 “Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” Ini hendak menegaskan kepada kita bahwa syarat mutlak menyambut masa depan dan mewujudkan rencana hidup ialah hidup dalam pengharapan.
Keluarga, saudara-saudara Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Bacaan Alkitab yang menjadi renungan kita saat ini merupakan sebuah penggalan doa pengharapan Nabi Yesaya sekaligus merupakan pengakuan bahwasanya Tuhan Allah sendirilah yang berkuasa atas segala sesuatu yang kita kerjakan dalam kehidupan ini.
Bagi kita, istilah/kata “Damai sejahtera”, atau “Syalom” bukan lagi kata atau istilah yang asing. Kita sudah sering mendengar dan bahkan mengucapkan kata ini, sayangnya tidak sedikit orang yang sering mendengar dan mengucapkan kata damai sejahtera atau syalom yang mengerti dengan benar arti dan hakekatnya dengan benar. Damai sejahtera sesungguhnya hanyalah berasal dari Tuhan Allah, yang menunjuk pada suasana hidup di mana kebenaran Allah ditegakkan dengan sungguh-sungguh oleh umatNya. Damai sejahtera juga dapat dipahami sebagai suasana hidup di mana umat Allah mengalami keselamatan dan menikmati kehidupan yang penuh dengan sukacita, damai, dan jauh dari segala macam duka cita hidup. Suasana seperti inilah yang diharapkan nabi Yesaya melalui doanya kepada Allah.
Menyimak dengan seksama ayat Alkitab yang menjadi pembacaan kita saat ini, kita perlu merenungkan, bahwa jikalau kita mengharapkan damai sejahtera, maka berharaplah kepada Allah, sambil mengerjakan rencana hidup yang telah kita susun hari ini dengan mengandalkan kuasa dan kekuatan Tuhan senantiasa. Jadi meskipun hari esok misteri bagi kita, tetapi kita harus bersyukur kepada Tuhan, bahwasanya dengan beriman kepadaNya, segala sesuatu menjadi mungkin dan pasti bagi kita. Demikian juga bagi keluarga di tempat ini. Yakin, percaya dan berharaplah senantiasa kepada Tuhan Allah, maka tidak ada yang mustahil bagimu, rencanamu akan menjadi rencanaNya yang rencana dan Rancangan Damai Sejahtera. Dimuliakanlah Tuhan Yang akan menyediakan Damai Sejahtera bagi kita sekalian. AMIN

bendrio sibarani: khotbah Paskah

bendrio sibarani: khotbah Paskah: Bacaan Alkitab: Yohanes 21: 15-19 Saudara-saudara Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,             Sekilas ketika membaca tanya-jawa...

khotbah Paskah

Bacaan Alkitab: Yohanes 21: 15-19

Saudara-saudara Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
            Sekilas ketika membaca tanya-jawab antara Tuhan Yesus dengan Simon Petrus dalam bacaan Alkitab saat ini, seakan memunculkan pertanyaan bagi kita, kenapa Tuhan Yesus sampai tiga kali bertanya kepada Simon Petrus dalam pertanyaan yang sama, kendatipun Petrus sendiri sudah mengutarakan jawabannya dengan jelas. Kemudian pada pertanyaan yang ketiga kalinya Petruspun merasa sedih dan kembali memberi jawabannya bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu dan mengetahui bahwa Petrus mengasihiNya. Kemudian sesudah Petrus memberi jawaban, Tuhan Yesus pun selalu menyambungnya dengan satu perintah:”Gembalakanlah domba-dombaKu..”
Petrus, merupakan salah seorang dari Murid Tuhan Yesus yang sering terlibat dengan berbagai kisah yang unik terlebih lewat sikapnya, mulai dari pemanggilannya, kita dia menyususl Yesus berjalan diatas air, dia pula yang mengaku bahwa Yesus adalah Mesias, dia juga menyangkal Tuhan Yesus, dan dia juga yang tidak percaya pada berita yang disampaikan para perempuan tentang kebangkitan Yesus, sehingga dia cepat-cepat lari ke kubur membuktikannya..dan kisah lainnya. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa sebenarnya Tuhan Yesus telah mengetahui segala sesuatu tentang Petrus sebagaimana yang diakui oleh Petrus sendiri. Dengan demikian, kita dapat menarik kesimpulan awal bahwa tanya-jawab ini sebenarnya bertujuan supaya Petrus bertanggungjawab untuk menggembalakan domba-domba Allah, tetapi dengan satu syarat penting yaitu bahwa Petrus harus mendasarinya dengan Kasih kepada Tuhan.
Saudara-saudara Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
            Petrus dalam perjalanan sejarah gereja selanjutnya memegang peranan penting, dialah yang kemudian bertanggung jawab memimpin pelayanan bagi orang-orang percaya hingga ajalnya tiba ketika dia harus disalibkan terbalik di kota kota Roma untuk mempertahankan imannya kepada Tuhan Yesus. Kendatipun Petrus telah mati martir sekitar tahun 63- 64 M di Roma pada masa pemerintahan kaisar Nero, namun kisah percakapan Tuhan Yesus dengannya tetap menjadi bahan perenungan yang tak pernah usang oleh waktu dan kondisi dalam kehidupan setiap pengikut Kristus termasuk kita sekalian di sini dan kini. Apa yang harus kita renungkan?
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
              Peristiwa Paskah telah menjadi jaminan bagi kita semua bahwasanya Tuhan Yesus telah memberikan keselamatan bagi kita, dikuduskan bagiNya, sehingga kita layak menghampiri hadiratNya, dipanggilnya dan kemudian diutusnya menjadi saksiNya, menjadi gembala, baik bagi diri sendiri dan juga sesama kita. Sehingga pertanyaan Tuhan yesus kepada Petrus dalam bacaan Alkitab saat ini menjadi pertanyaan yang harus dijawab oleh kita sebagai murid-muridNya..,dan perintah Tuhan Yesus itu juga menjadi perintah bagi kita sekalian…Gembalakanlah domba-dombaKu…!,
Mungkin akan muncul pertanyaan, bagaimana saya harus menggembalakan domba-domba Allah, sedangkan saya hanya orang biasa, Cuma seorang mahasiswa? Yang jelas, apa yang saudara-saudara lakukan dan berikan kepada orang-orang yang membutuhkan, saudara telah menjadi gembala ketika saudara melakukannya dalam rangka mengasihi Tuhan Yesus..(mat. 25 : 35-40).
Saudara-saudara Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
            Kemudian perlu ditegaskan kepada kita, bahwa mengasihi Tuhan adalah hukum yang terutama, oleh karena itu adalah sangat beralasan kenapa Tuhan Yesus menegaskan hal ini kepada Petrus dengan cara mengulang-ulangiNya, kendatipun Tuhan Yesus sendiri mengetahui segala sesuatu dalam diri Petrus. Demikian juga dengan kita sekalian. Jika hari ini kita semua boleh bersama memuliakan Tuhan di sini, di tempat yang terisolir ini, semua ini hendaknya membuktikan bahwa kita benar mengasihi Tuhan Yesus dan mau menggembalakan domba-dombaNya dengan memberi diri kita, dengan memberi apa yang ada pada kita dalam wujud mengasihi Tuhan Yesus. Saya percaya bahwa sekecil apapun yang boleh kita lakukan demi kemuliaan Tuhan, itu adalah persembahan yang berbau haru di hadapan Tuhan. ingat, saudara-saudara, tugas kita sebagai pengikut Kristus bukanlah semata-mata datang kepada Tuhan, tetapi harus pergi untuk Dia, pergi memberitakan kabar baik, pergi membawa sukacita demi kemuliaan namaNya..percaya dan yakinlah saudara-saudara bahwa segala-sesuatu yang kita lakukan demi kemuliaan Tuhan tidak akan pernah menjadi kesia-siaan. Tuhan niscaya memberikan apa yang kita butuhkan tatkala kita terlebih dahulu mencari kerajaanNya.. Terpujilah Tuhan. AMIN    
























Selasa, 29 Januari 2013

bendrio sibarani: khotbah

bendrio sibarani: khotbah: Bacaan Alkitab: 2 Petrus 1: 3-10 Proses Dalam Memenuhi Panggilan dan Pilihan Sebagai Pelayan Kristus Saudara-saudara, Mahasiswa Ya...

khotbah

Bacaan Alkitab: 2 Petrus 1: 3-10
Proses Dalam Memenuhi Panggilan dan Pilihan
Sebagai Pelayan Kristus
Saudara-saudara, Mahasiswa Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
            Di zaman modern seperti yang kita sedang jalani saat ini, gaya hidup sangat mengalami pergeseran yang amat cepat dari satu generasi ke generasi berikutnya. Gaya hidup tersebut hampir mempengaruhi kehidupan orang-orang secara menyeluruh. Apakah itu pola konsumerisme (makan), atau pola berdandan atau berpakaian, gaya hidup untuk meraih sukses, termasuk dalam pola/gaya belajar bahkan juga dalam hal beriman. Tak dapat dipungkiri bahwa orang-orang tersebut menginginkan segala sesuatu dalam kehidupan ini tercapai dengan serba instan atau tercapai dengan praktis tanpa berlama-lama, atau berlelah-lelah melalui proses demi proses. Setiap generasi dengan generasi sebelum dan sesudahnya selalu saja terdapat perbedaan dalam hal gaya atau pola hidup. Persoalannya adalah, bahwa seringkali pola atau gaya hidup pada generasi muda membingungkan pendahulunya karena tidak sesuai dengan yang mereka harapkan terjadi pada generasi setelah mereka. Di sisi yang lain, generasi muda juga seringkali bingung dalam menentukan pola hidup mereka karena pendahulu mereka tidak memberikan contoh gaya hidup yang tepat sesuai dengan kerinduan mereka. Di sinilah letak persoalan antara senior dan junior sehingga lahir kebingungan di antara angkatan dalam sebuah kelompok komunitas. Pertanyaannya adalah apa yang mengakibatkan hal seperti ini terjadi?
Saudara-saudara,
            Memang zaman terus berubah, tetapi sebagai orang percaya, orang yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan, kita perlu bertanya, apakah benar zaman yang terus menerus berubah itu harus mengubah hidup kita dari identitas kita sebagai orang percaya?
Firman Tuhan saat ini perlu mendapat perhatian dari kita sebagai orang percaya dalam mencapai apa yang kita perjuangkan sebagai orang yang mengaku diri dipanggil dan dipilih Tuhan untuk menjadi saksi-saksiNya memberitakan Syalom kerajaanNya kepada dunia ini. dengan tegas dikatakan bahwa kuasa Illahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia. Namun perlu diketahui bahwa hidup saleh bukanlah tujuan akhir dari perjuangan kita sebagai orang beriman. Akan tetapi kepada iman  tersebut harus ditambahkan kebajikan (beramal, dermawan, bermurah hati, memberkati dengan cara berbagi, dll). Kepada kebajikan itu juga harus ditambahkan pengetahuan. Dalam Alkitab pengetahuan bukanlah sekadar pemahaman intelektual. Pengetahuan mencakup emosi dan hubungan-hubungan personal. Israel mempunyai pengetahuan tentang Allah atau pengenalan akan Allah, yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain.
Berbicara tentang pengetahuan sesuai PB, akan cukup menarik kalau kita berhadapan dengan orang-orang yg secara formal percaya bahwa Tuhan ada, kendati mereka tidak peduli pada tuntutan-tuntutan-Nya. Semua orang wajib menanggapi penyataan dalam Kristus yg memungkinkan pengetahuan yang lengkap tentang Allah, yang tidak hanya merupakan pengertian intelektual tapi juga merupakan ketaatan kepada maksud Allah yang telah dinyatakan, penerimaan kasih-Nya yang telah dinyatakan dan persekutuan dengan Allah sendiri. Selanjutnya kepada pengetahuan tersebut harus ditambahkan penguasaan diri. Jujur harus diakui bahwa tanpa penguasaan diri, pengetahuan terlebih pengetahuan inteletual bisa membuat seseorang lupa diri dan akhirnya lupa Tuhannya, itulah sebabnya penguasaan diri itu penting dalam hubungannya dengan pengetahuan. Kepada penguasaan diri harus ditambahkan ketekunan, ketekunan dalam hal ini dapat dipahami sebagai sikap yang penuh perhatian dan keuletan dalam hal apa yang dilakukan seseorang. Kemudian menambahkan kesalehan dan kepada kesalehan ditambahkan lagi kasih akan saudara-saudara, kemudian kasih akan semua orang. Jika kita menarik kesimpulan awal, maka supaya panggilan dan pilihan kita makin teguh iman harus diaplikasikan lewat kasih kepada semua orang. Dan untuk mengasihi, kita ternyata perlu dan harus melengkapi diri dengan berbagai hal yang merupakan proses hidup yang harus dijalani dan ditempuh. Dalam arti tidak ada sesuatu yang instan bagi seorang yang beriman dalam mencapai tujuan akhir dalam perjalanan hidupnya.
Saudara-saudara Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
            Firman Tuhan saat ini, kembali mengingatkan kita, khususnya yang adalah kaum intelektual, para teolog yang sedang dibentuk Tuhan di lembaga ini, bahwa bagi kita sekalian hidup serba instan terlebih dalam memenuhi panggilan Tuhan tidaklah berlaku. Untuk memenuhi panggilan dan pilihan Tuhan belumlah final jika hanya pada titik beriman. Tetapi kepada iman yang kita miliki  harus ditambahkan kebajikan, kemudian ditambahkan lagi pengetahuan, kemudian kepada pengetahuan ditambahkan lagi penguasaan diri, kepada penguasaan diri ditambahkan lagi ketekunan dan kesalehan kemudian kasih akan saudara-saudara dan kasih akan semua orang. Dengan demikian, menjadi orang yang dipanggil dan dipilih Tuhan, apa yang diuraikan Petrus dalam suratnya ini menjadi hal yang mutlak dijalani, dialami dan dimiliki oleh kita sekalian. Mulai dari iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, kesalehan, dan kasih merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam proses meneguhkan panggilan dan pilihan setiap orang percaya, termasuk kita sekalian saat ini. untuk itu dari kita sekalian dituntut usaha yang sungguh-sungguh, sehingga panggilan dan pilihan kita semakin diteguhkan. Ingat saudara-saudara, jika melakukannya, maka kita tidak akan pernah tersandung, itu jaminan bagi kita sekalian melalui Firman Tuhan saat ini.
Perjuangan kita memang tidak mudah, sebab tidak ada perjuangan yang berhasil jika tak disertai dengan pengorbanan. Dan` tidak ada pengorbanan yang sia-sia dalam hidup seseorang dalam perjuangannya untuk mewujudkan setiap impiannya jika berkorban di dalam Tuhannya. untuk itu, saatnya bagi kita sekalian merenungkan kembali hakikat keterpanggilan kita untuk diproses di lembaga ini.  Masihkah terbesit dibenak kita untuk menempuh cara instan dalam perjuangan kita untuk tiba pada tujuan dan cita-cita dalam hidup kita? Terpujilah Kristus. Amin.

Minggu, 30 Desember 2012

Sabtu, 29 Desember 2012

bendrio sibarani: Babtisan Bagi Mereka SUku Terasing

bendrio sibarani: Babtisan Bagi Mereka SUku Terasing

Babtisan Bagi Mereka SUku Terasing












bendrio sibarani: renungan Malam Akhir Tahun Keluarga

bendrio sibarani: renungan Malam Akhir Tahun Keluarga: Bacaan Alkitab: Wahyu 22: 1- 5 Hidup Baru Yang Dibaharui Ditahun Yang Baru Keluarga dan Kita sekalian Yang Dikasihi dan Diberkati...

renungan Malam Akhir Tahun Keluarga


Bacaan Alkitab: Wahyu 22: 1- 5
Hidup Baru Yang Dibaharui Ditahun Yang Baru

Keluarga dan Kita sekalian Yang Dikasihi dan Diberkati Tuhan Yesus Kristus,
            Dalam perjalanan sejarah hidup manusia, ada tiga ruang waktu yang mewarnai langkah hidup tersebut, yakni masa lalu, masa kini dan masa nanti. Tiga ruang waktu tersebut wajib untuk dilalui dan tidak mungkin bisa dilewati salah satu dari bagian waktu tersebut. Kehidupan umat Tuhanpun demikian halnya. Kita wajib melalui tiga ruang waktu tersebut, dan Tuhan sendiri ada di tiga ruang waktu tersebut (Ibrani 13:8) yang senantiasa menyertai langkah perjalanan hidup umatNya. Kita harus mengaminkan, bahwa di ruang waktu, “masa lalu” kita telah lewati dengan penyertaan Tuhan, sehingga kita dapat tiba di ruang waktu “”masa kini” atau di penghujung tahun ini. Kemudian dalam pengharapan, kita sedang dan akan menyambut serta memasuki satu ruang waktu lagi, yakni “masa nanti” atau tahun yang baru yang kita percaya adalah Tahun Rahmat Tuhan, Tahun yang penuh Berkat dan Damai sejahtera. Merenungkan seluruh perjalanan hidup yang telah kita lewati, adalah wajib bagi kita sekalian dalam keluarga ini untuk bersyukur kepada Tuhan, sebab Hanya karena pertolonganNyalah kita masih diperkenankan mengakhiri tahun ini dalam suasana sukacita dan diberkati oleh Dia. Kita akan menyambut serta memasuki tahun yang baru, sebagai manusia biasa, kita tidak memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengetahui akan apa yang akan kita hadapi di waktu yang akan datang ini. Hari esok adalah misteri bagi setiap makhluk di kolong langit ini, akan tetapi sebagai umat Tuhan, dalam keyakinan dan pengharapan, Tahun baru yang akan kita masuki tentulah tahun yang penuh Rahmat bagi kita. Itulah pengharapan kita. Dalam Ibrani 6:19 dijelaskan bahwa: “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir..” Dan Paulus sendiri menegaskan dalam  Roma 8:24 “Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” Ini hendak menegaskan kepada kita bahwa syarat mutlak menyambut dan memasuki tahun baru bagi setiap orang percaya termasuk kita dalam keluarga ini ialah hidup dalam pengharapan.
Kita Keluarga Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Kitab Wahyu yang menjadi renungan kita saat ini, sebenarnya adalah kitab “masa depan”, atau yang biasa disebut “kitab yang tersembunyi” (apokalipsy), mengandung janji Tuhan yang sangat indah bagi setiap orang percaya dalam memasuki masa depannya. Yohanes yang menerima Wahyu mengaku bahwa Tuhan menunjukkan kepadanya sungai air kehidupan yang jernih bagaikan Kristal dan mengalir keluar dari Takhta Allah dan Takhta Anak Domba itu. Terdapat pula pohon-pohon kehidupan yang berbuah tiap bulan, yang daunnya dipakai menyembuhkan bangsa-bangsa. Dalam kehidupan masa depan tersebut juga dilukiskan suasana hidup yang amat sangat indah, di mana malam tidak ada lagi dan tidak lagi dibutuhkan cahaya lampu dan matahari, sebab Allah sendirilah yang menjadi penerang bagi umatNya. Dan Allah akan memerintah sebagai Raja sampai selama-lamanya. Suasana yang dilukiskan Rasul Yohanes ini pada dasarnya, tidaklah melulu terjadi setelah kita meninggalkan kehidupan dunia ini, melainkan, Rasul Yohanes sendiri hendak menguatkan hati dan iman orang-orang percaya kala itu yang dilanda kekuatiran hidup akibat penganiayaan dan penindasan yang diterima dari kaisar Romawi yang terkenal sadis dan biadab, yakni Kaisar Nero. Suasana Hidup umat Tuhan tersebut mengakibatkan mereka seakan-akan pesimis dan kuatir akan hari depan. Itulah sebabnya, kitab Wahyu juga disebut dengan Kitab yang berisikan Teologi Ketabahan.
Keluarga Yang Dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
            Seperti yang dikatakan tadi di atas, bahwa sebagai manusia biasa, kita tidak mengetahui akan dan bagaimana kehidupan kita di hari esok, di Tahun yang baru 2013. Namun syukur kepada Tuhan, kita mempunyai pengharapan, bahwa Tahun 2013 adalah Tahun Rahmat Tuhan, sebagaimana yang dilukiskan Yohanes dalam kitab Wahyu ini, kita patut bersyukur dan memuliakan Tuhan sebab kepada kita keluarga, apa yang ditunjukkan Tuhan kepada Yohanes, yakni sungai air kehidupan yang jernih bagiakan Kristal, yang besertanya juga tumbuh pohon kehidupan, di mana kekelaman hidup tak’kan terjadi sebab Tuhan sendiri yang menerangi hidup, juga menjadi bagian hidup kita dalam keyakinan dan pengharapan kita kepada Tuhan yang Maha mulia. Karena itu, dari kita dituntut kesetiaan dan ketabahan menjalani kehidupan ini dengan tetap berpegang pada janji Tuhan serta melakukan apa yang dikehendakiNya. Sebagai Keluarga Kristen, maka wajib bagi kita untuk terus hidup dalam pengharapan, dan dengan tegas kita harus mencamkan bahwa, Masa lalu adalah Pembelajaran, Masa Kini adalah Tindakan, dan Masa Depan adalah Pengharapan. Kendatipun Tuhan Tak pernah menjanjikan hidup ini mudah, akan tetapi Ia berjanji setia menyertai kita. Untuk mari kita hidup dalam Iman, sebab Iman membuat segala sesuatu menjadi mungkin, kita juga harus hidup dalam Kasih, sebab Kasih membuat segala sesuatu menjadi mudah, serta kita juga harus hidup terus dan setia dalam pengharapan, sebab pengharapan membuat segala sesuatu berjalan dengan baik. Kiranya suangai air kehidupan yang jernih bagaikan Kristal mengalir dalam kehidupan keluarga kita ini, pohon kehidupan berbuah dan Tuhan Allah sendiri akan menyinari kita dengan wajahNya, sehingga Damai sejahtera senantiasa mewarnai langkah hidup kita. Terpujilah Kristus Tuhan. AMIN.